Kamis, 11 Juni 2015

pertemuan

THE MONOCRHOME PANTHOM





BAB 1. PERTEMUAN
            Pernah kah kalian mendengar apa itu dunia hitam putih? Benar dunia dimana semua yang kau lihat dan semua yang kau rasakan merupakan satu kesatuan yang tak berarti,tak berasa,dan tak berguna. Yang bisa kau tatap tidak lebih dari warna hitam dan putih,yang bisa kau lihat hanya warna gelapnya hitam,dan yang kau rasakan tidak lebih dari tabunya warna putih. Dunia monochrome yang siap menenggelamkan dirimu kapan saja  bila kau kehilangan sebuah cahaya yang bernama harapan,dan dunia itu bisa hancur bila kau menemukan cahaya harapan baru yang siap menyelematkanmu dari suramnya dunia monochrome itu,terkadang kau hanya perlu waktu singkat untuk terlepas dari dunia monochrome itu,tetapi terkadang pula kau butuh waktu bertahun tahun untuk menemukan jalan keluar dari dunia fana tersebut,tergantung dari diri sendiri mau terbebas kapan,dimana,dan oleh siapa. Semuanya tergantung dari keinginan itu tersendiri.
             “yuna apa kau tahu apa itu dunia monochrome? Apakah kau mau bisa keluar dari dunia itu? Aku akan membantumu dalam menemukan jalan keluar dari dunia tersebut,jadi tetap bersabar ya,aku akan segera membebaskanmu”. Hanya kata kata itu lah yang dapat membuatku berharap dan percaya apa itu harapan,tapi sampai saat ini kata kata itu tak pernah terkabul atau mungkin tak akan  pernah terkabul. Kata kata dari seorang yang berarti dan berujung pada pengkhianatan,dia yang slalu menunjukkan senyuman yang membuat siapa saja dapat percaya akan kata kata ajaib itu,tapi kenyataannya kata kata itu hanyalah sebuah genjutsu untuk membuat orang lain dapat terperangkap dalam genjutsu itu.terbangun dari mimpi dan harapan itu,aku sudah terperangkap masuk kedalam dunia monochrome yang slalu disebut sebut sebagai dunia fana,menyedihkan. “kalau dipikir pikir pada saat itu kenapa aku bisa percaya ya pada pekataan orang itu? Aneh” benar kata kata itu adalah ucapan dari seorang teman semasa kecil ku,dia seorang teman yang sangat baik,walaupun aku sering mengabaikannya tapi entah kenapa  masih saja ia mendatangiku entah sekedar untuk bermain ataupun menemaniku aku tak pernah mengerti dengan apa yang dia lihat dari ku. Suatu hari dia pernah berkata bahwa dia ingin aku bisa keluar dari dunia genjutsu monocrhome,pada saat itu aku tak mengerti sama sekali apa itu dunia monocrhome dan apa itu dunia genjutsu,tapi didetik kemudian dia menghilang tak berjejak. Setiap hari ku menunggu,menunggu sosok bocah berumur 6 tahun itu yang slalu mempunyai sinar mata bak matahari,kehangatan bak pemanas ruangan,dan senyuman bagaikan seorang pangeran berkuda putih. Tapi sosok itu tak pernah kembali lagi bahkan sampai sekarang,dn semakin aku terus menunggu dan menunggu aku semakin sadar tidak ada apa itu yang namanya kehidupan yang terbebas dari dunia monocrhome,bebas itu adalah salah satu fatamorgana yang dapat membuat seseorang berharap akan adanya kebebasan,hanya itu.
                 “yuna,kau ada didalam?” tanya seseorang yang berada diluar pintu kamarku yang dari suaranya aku dapat mengenali siapa sosok yang dengan lembutnya menanyakan keberadaanku itu.
“ada apa?” jawabku tanpa bermaksud untuk mendekati pintu kamar ku
“apa kau sudah membereskan barang barangmu? Satu jam lagi yuna akan berangkat,sebelum itu oka-san (ibu) harap kamu berpamitan dulu dengan outo-san (ayah) dan kakekmu ya..bagaimanapun kamu disana jauh dari kami paling tidak berpamitan dulu ya” jelas sosok yang dapat diketahui bahwa orang itu adalah ibuku
“ya”. Yuna kanzaki murid sekolah dari st. Rulillia memasuki tahun ke 2 dalam sekolah menengah atas,sekolah yang dibuat khusus untuk para murid perempuan singkatnya sekolah itu adalah sekolah khusus perempuan,tapi untuk beberapa jam yang lalu aku sudah melepas gelar sebagai murid st. Rulillia. Entah kenapa tiba tiba kakekku yang awalnya menginginkanku bersekolah disekolah khusus perempuan tiba tiba menyuruhku keluar dari sekolah khusus tesebut,dan ketika aku sampai dikediaman kanzaki aku dikejutkan oleh pernyataaan yang dikatakan oleh kakek sialan itu.
13 jam 20 menit 15 detik yang lalu
“yuna”. Panggil kakek ku seraya duduk diruang keluarga didampingi ayah ku dan ibu ku yang senantiasa mendampingi kakek ku itu “mulai besok kau akan dipindahkan ke sekolah campuran di kyoto,jadi mulai besok kau akan tinggal bersama Rin dirumah keluarga kanzaki yang ada di kyoto,kakek harap kau dapat betah disana” jelasnya singkat.
“alasannya?”
“outo-san apakah outo-san sudah memberitahu yuna tentang perjodohan itu?” kini ibuku yang angkat bicara
“yuna,outo-san harap kamu dapat setuju,karna kau sudah dijodohkan oleh kakekmu dengan anak dari keluarga haizawa,dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan haizawa corp. Untuk menjalin kerja sama yang baik antara perusahaan kita dengan perusahaan haizawa kami menjodohkanmu dengan pewaris perusahaan itu. Namanya adalah Ran haizawa bersekolah di sekolah dikyoto dan sekarang tahun keduanya duduk dibangku sekolah menengah atas” jelas ayah
“jadi singkatnya aku dipindahkan ke kyoto untuk mempererat hubunganku dengan haizawa-san?”
“tepat sekali” jawab kakekku tenang
“dan satu lagi yuna,ran adalah seorang database dan akan menjadi database yang mendampingimu selama dikyoto,ayah tahu mungkin ini seperti memaksa tapi  to-san ingin kamu tetap membantu dalam penyelidikan kasus apapun”
“ha’i ,shitsurei-shimasu (baik.saya permisi)” jawabku segera meninggalkan ruang keluarga tempat kami berdiskusi tadi.sesampai ku dikamar kurebahkan tubuh ini kedalam lembutnya tempat tidur ku itu
“lelahnya” gumamku seraya menatap langit langit kamar yang bernuansa warna hitam putih itu “perjodohan ya...haaah” kutarik tubuhku yang masih enggan untuk bangun,berjalan mendekati cermin besar yang terpajang didalam kamar ku itu. Kupandangi pantulan diriku melalui cermin itu,rambut panjang sebatas bahu yang diikat sembarangan senada dengan warna bola mata ku yang berwarna hitam,mata yang bulat,kulit putih porselen,tinggi sekitar 162 cm, dan dengan wajah yang termasuk karakter baby-face. “sebenarnya apa yang dipikirkan kakek satu itu,sampai menjodohkanku dengan seseorang yang bahkan sosoknya pun tak ku ketahui,haaah ya terserahlah toh aku tak merasa dirugikan maupun diuntungkan,jadi terserah lah”.
         Sekolah khusus penyidik menengah pertama bekerja sama dengan kepolisian tokyo,biasanya para  penyidik yang bekerja dikantor kepolisian tokyo lulusan dari sekolah khusus penyidik,selain sekolah khusus penyidik ada juga sekolah khusus database atau orang orang yang bertugas mencari informasi agar dapat membantu penyidik. Tidak semua orang dapat masuk ke sekolah ini,sekolah itu mempunyai sistem pendidikan yang ketat,tes masuknya pun benar benar diluar logika,dan aku serta kakakku dengan terpaksanya harus masuk kesekolah tersebut. Karna paksaan ayah dan kakek ku kami harus masuk kedalam sekolah mengerikan itu, baru sekitar 4 minggu kami bersekolah disana kakakku sudah berulah dengan kabur dari asrama dan bolos saat pelajaran. Bagaimana tidak masuk sekolah pukul 06.30,pelajaran yang kebanyakan tentang dasar dasar cara menjadi penyidik,dengan seminggu 3 kali kami harus ikut melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian agar kami terbiasa dengan situasi ruang kasus,dan ditambah setiap 3 kali seminggu itu pula kami harus melihat mayat mayat yang meninggal dengan mengenaskan,manusia mana yang tahan melihat hal tersebut. Dan setiap hari pula kami harus pulang ke asrama jam 22.30 malam,singkatnya hidup kami dihabiskan di sekolah tersebut,ditambah lagi pada akhir pekan kami mendapatkan pelatihan fisik dari para pengajar kepolisian. Kakakku yang awalnya seorang “S” entah kenapa lama kelamaan menuju menjadi seorang “M” mungkin karna terlalu mendapat siksaan yang berat membuat mental “S” nya berubah.
          Setelah lulus dari sekolah khusus penyidik menengah pertama ku kira kami akan melanjutkan sekolah kami di sekolah khusus penyidik menengah atas di tokyo,tapi entah kenapa kakek ku tiba tiba memasukkan ku ke st. Rullilia sekolah elit khusus perempuan di hokkaido sedangkan kakakku dipindah kan ke kyoto dan bersekolah di sekolah campuran. Entah kenapa ayah ku yang seorang inspektur kepolisian tokyo yang awalnya bersih keras ingin membuatku dengan kakakku menjadi seorang penyidik,berubah mengkuti perkataan kakek ku yang seorang pemegang perusahaan kanzaki corp,sedangkan ibuku yang seorang direktur yang membantu kakek ku dalam menjalankan perusahaan tidak pernah menceritakan apa pun kepada ku maupun kepada kakakku tentang apa yang sebenarnya kakekku rencanakan dan apa yang sebenarnya kakekku fikirkan.
            Hidup menjadi seorang anak dari inspektur kepolisian dan cucu dari seorang terkemuka tidak memberi kami kemampuan untuk menentang ataupun membantah. Terutama diriku yang slalu tidak diberi kesempatan untuk dapat melakukan apa yang ku mau,yang bisa ku lakukan hanyalah pasrah akan segala keputusan yang telah ditetapkan kakekku maupun ayah ku. Berbeda dengan kakak ku,dia bisa melakukan apa yang dia mau,terkadang ada perasaan iri dan cemburu kepada kakakku itu yang tak bisa ku ungkapkan.
Kembali ke 13 jam 20 menit 15 detik kemudian
Disini aku sudah bersiap siap untuk keberngkatan ku ke kyoto,seperti biasa tidak ada yang ikut mengantarku walau hanya sampai stasiun kereta saja.
“haaah,hari ini pun tidak ada yang mau mengantarku” keluh ku dalam hati seraya melangkahkan kakiku masuk kedalam kereta ekspress itu,mencari tempat duduk yang pas dan segera menempati tempat duduk itu. Terdengar bunyi pesan email dari ponsel ku yang didominasi warna hitam itu
To: yuna
From : oka-san
Subject: kenapa?
“Kenapa naik kereta yuna? Bukannya oka-san sudah menyiapkan mobil untuk mu? Kan kau masih harus berkunjung kesekolah mu dulu? Kalau dengan naik kereta bisa bisa kau telat masuk dihari pertama mu”.
.
.
.
.
To: oka-san
From : yuna
Subject: bawa saja barang barang ku
“tenang saja aku sudah mengenakan seragam sekolah baru,lagi pula aku tidak mungkin telat ini masih pukul 6 pagi,sedangkan sekolah masuk pukul 08.30 . dari tokyo ke kyoto hanya butuh waktu 2 jam,aku masih mempunyai waktu 30 menit untuk sampai disekolah. Antar saja barang barangku kerumah Rin”.
“aku bukan anak kecil lagi,ka-san”, gumamku kepada diri sendiri seraya menutup ponsel flip ku itu. Ku alihkan pandangan ku keluar jendela yang masih sedikit berembun akibat sinar matahari yang belum terlalu muncul, “pindah,dijodohkan,dan berakhir pada sebuah kasus... haaah apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini? Padahal untuk kesekian kalinya aku sudah tak mau terlibat dengan apapun yang berhubungan dengan penyidik ataupun database,tapi masih saja kedua orang tua sialan itu menempatkanku pada situasi yang rumit,ku harap mereka segera cepat cepat pensiun”, sekali lagi aku kembali bergumam entah sudah berapa kali dalam sehari ku bergumam gara gara ini,hey ayolah anak mana yang tidak mengeluh bila diperlakukan dengan tidak elit seperti ini dan jangan harap aku dapat membantah ataupun memberontak,karna bila itu terjadi itu artinya aku harus keluar dari keluarga kanzaki,dan aku masih cukup waras dan sayang nyawa untuk melakukan hal hal tersebut. Ku sandarkan kepala ku disamping jendela kereta,ku pandangi lagi suasana dan keadaan suatu daerah yang berlalu dengan cepat,sayup sayup ketutup mata ku yang memiliki bola mata yang senada dengan rambut hitam ku itu dan tanpa terasa tiba tiba saja aku sudah berada di alam mimpi.
           Pukul 8 tepat aku sampai di kyoto,ku langkahkan kaki pertamaku di kyoto,rasa asing seketika menyambar seluruh tubuh ku. Suasana,orang orang,bahkan bangunan bangunan yang berdiri pun berbeda dari yang biasa ku pandangi. Tanpa pikir panjang ku berjalan keluar dari stasiun kereta,ku rogoh saku ku mencari benda kecil yang bernama ponsel.
To : Rin baka (bodoh)
From : Yuna
Subject : aku sudah sampai
“ hey baka Aku sudah sampai dikyoto, Apa barang barang ku sudah diantar kan kerumah?”
.
.
.
.
.
.
To : yuna
From: oni-chan (kakak laki laki)
Subject : benarkah? Kenapa tak bilang padaku
“ benarkah kau sudah sampai di kyoto? Kenapa kau tak memberitahuku bahwa kau sudah berangkat? Ku kira kau baru berangkat siang nanti. Barang barang mu sudah diantar kerumah ku tenang saja,oh ya apa kau tahu dimana sekolahnya? Perlu ku jemput?”
.
.
.
.
.
To : Rin baka
From : yuna
Subject: tidak perlu
“ tidak perlu aku bisa sendiri,aku kelas mana?”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : kelas 2-2
“ heeeeee padahal ni-chan mu ini ingin menjemputmu...kenapa kau tidak ingin dijemput? Oh ya kau ditempatkan dikelas 2-2 sekelas dengan Ran.”
.
.
.
.
.
To : rin baka
From : yuna
Subject : berisik
“ kau berisik seperti biasanya rin,dan aku tidak peduli”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : heeee hidoi ( jahatnya)
“ hidoi naa....kau slalu saja dingin pada ku L .o ya kau tahu hari ini ada juga murid pindahan di kelas ku,dia pindahan dari hokkaido kalo tak salah nama marganya Kitagawa,entah kenapa aku tak asing mendengar nama itu,apakah kau mengenalnya?”
.
.
.
.
Kutatap layar ponselku itu “Kitagawa kah” gumam ku tak sadar,tak terlalu difikirkan ku tutup ponsel flip yang didominasi warna hitam dan segera melangkah menjauhi stasiun kereta api jurusan tokyo kyoto itu. Tak perlu waktu lama aku sudah berada di depan gerbang sekolahku yang baru,“syoyo” itulah nama sekolah ku yang baru. Ku langkahkan kaki ku masuk kesekolah itu,ku berjalan tanpa mengindahkan tatapan bertanya ataupun bisikan bisikan siswa siswi sekolah itu.
“hey itu murid baru?” tanya seorang perempuan yang dapat diketahui bahwa dia juga bersekolah disekolah yang sama denganku. “hey lihat nama marganya bukannya itu salah satu perusahaan besar di tokyo?”
“mana? Waaah kau benar,kenapa orang terpandang bisa berada disini?” jawab temannya yang satu lagi. Ya benar seperti biasa kesan orang orang saat melihat ku hanya kenapa? Kenapa dan bagaimana bisa? Tanpa pikir panjang ku berjalan meninggalkan beberapa siswa yang masih penuh tanda Tanya itu,ku eratkan peganganku pada tas yang sedang ku gandeng.lorong demi lorong ku tapaki berharap segera sampai pada tempat tujuanku,ku langkahkan kaki ku bergerak lebih cepat agar terhindar dari tatapan murid murid yang melintas dan yang sedang melihatku. Tak jauh dari ku berjalan sudah Nampak papan nama ruangan yang sedari tadi ku cari yap ruang guru.
            “aku sudah mendapat informasi bahwa hari ini kau akan mulai bersekolah disini” ucap seorang pria yang dapat diperkirakan berumur 24 tahun,dengan perawakan tinggi tungkai,dengan surai berwarna hitam dipotong rapi sedikit jabrik dan agak sedikit berantakan layaknya seorang bad boy dalam serial manga ataupun anime,dan mengenakan kacamata ber-frame hitam putih “perkenalkan namaku ryota kurosaki aku mengajar dalam bidang matematika. Oh ya mulai dari sekarang aku adalah wali kelasmu yang baru yoroshiku onegaishimasu ne yuna-san (mohon kerja samanya ya,yuna)” seraya tersenyum lembut kearahku bukan senyum paksaan tapi tersenyum dengan lembut  yang dapat dipastikan senyuman ini adalah senyuman andalan yang bias membuat seluruh siswa perempuan jatuh hati padanya.
“ah…ore mo (aku juga)” jawab ku seadanya seraya membungkukkan tubuh 180 derajat untuk menunjukkan rasa hormatku kepada sensei (guru) baru ku ini.
“baiklah kalau begitu yuna-san bisakah kau ikut denganku,aku ingin memperkenalkan mu pada teman teman baru mu”, seraya bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru yang diikuti oleh ku. Tak banyak percakapan saat diperjalanan menuju kelas baru ku,saat dia mulai bertanya pada ku tentang berbagai hal,hanya ku jawab dengan anggukan atau jawaban seadanya,dan ketika kami sampai dilantai dua tempat kelasku berada terdengar tegur sapa beberapa siswi yang sengaja keluar dari kelasnya demi menyapa sensei muda satu ini bahkan ada yang sampai berteriak histeris.
“doumo sensei” sapa seorang murid dari pintu kelasnya
“ohayo kurosaki-sensei” teriak siswi yang satu lagi,sedangkan sensei ini hanya melambaikan tangan seraya tersenyum lembut,lagi. Sesampai kami didepan kelas kurosaki-sensei menyuruhku untuk menuggu didepan kelas,terpampang disana tulisan kelas 2-2 yang akan menjadi kelas baru ku.
“yuna-san silahkan masuk!” titah kurosaki-sensei kepada ku,mendengar namaku dipanggil segera ku buka pintu kelas baru ku itu dan masuk kedalamnya “yuna-san silahkan perkenalkan dirimu kepada teman teman baru mu!”
“yuna kanzaki,pindahan dari st. Rulillia Tokyo,yoroshiku”, ucapku seadanya
“baiklah minna (semua) sensei harap kalian dapat akrab dengan yuna ya” seraya tersenyum lembut,lagi. “baiklah yuna silahkan duduk dibelakang ran-kun,tempat dudukmu dipojong belakang dekat jendela ya”,tanpa ucapan aku hanya mengangguk mengerti dan berjalan meenuju tempat duduk yang dimaksud. Ku letakkan tas yang sedari tadi tergantung dipundakku di tempat penggantung tas yang terletak di pinggiran samping mejaku,ku tatap lekat lekat guru baru yang sedang menerangkan pelajaran yang menjadi bidang keahliannya itu dan kuarahkan pandanganku kearah siswi siswi kelas itu yang memandangi guru muda itu dengan tatapan memuja “sudah ku duga ternyata aku memiliki guru idola,dia juga memanggilku dengan nama depan ku padahal baru bertemu…dasar…” ucapku dalam hati “kalau tiba tiba kutendang kepala sensei itu,kira kira apa yang akan terjadi ya?” gumamku tanpa sadar
“kau pasti akan langsung ditendang dari kelas  oleh para penggemar ryota-sensei”,mendengar gumaman ku dijawab ku alihkan mataku yang awalnya memandang keluar jendela seketika ku alihkan pandanganku mencari sumber suara yang ternyata berasal dari seorang siswa laki laki yang duduk di depanku yang menatapku dengan pandangan yang amat teramat datar dan dingin,ku tatap laki laki itu dengan pandangan yang sama,ku amati laki laki itu lekat lekat. Tinggi badan sekitar 178 cm,bola mata yang berwarna hitam,rambut yang berwarna pirang yang dipotong rapi yang sengaja dibuat sedikit berantakan layaknya tokoh anime seijuro Akashi dalam anime kuroko no basuke,dengan wajah yang tergolong tampan dan masuk dalam kapasitas siswa siswa populer,ditambah dengan gaya nya yang terkesan maskulin dan cool layaknya seorang bad boy menambah kesan keren untuk siswa yang ada didepanku ini. Tersadar dari lamunanku ku alihkan pandangan mata ku yang awalnya menatap postur badan siswa ini kearah matanya, “hoo” jawabku seadanya tak ingin memperpanjang pembicaraan kami dan membuatku ditegur oleh kurosaki-sensei. Mendengar jawaban ku yang tak serius menanggapi ucapannya,terlihat perempatan yang muncul didahi siswa itu,dan didetik kemudian tanganku yang sedari tadi menopang dagu ku tiba tiba disambar oleh tangan kekar dan lebih besar dari tangan ku itu,melihat tindakan tiba tiba itu ku tatap pelaku yang sedang memegang tangan ku seraya menyeringai, “gawat,perasaanku tak enak” gumamku dalam hati dan benar saja diriku yang sedari tadi sedang nyaman nyamannya duduk dengan posisi ternyaman itu segera ditarik keluar kelas oleh siswa laki laki yang duduk didepanku itu,tanpa basa basi dia langsung berlenggang santai keluar dari kelas yang diikuti tatapan bingung semua orang yang melihat kejadian yang tak terduga itu,sedangkan aku? Oh jangan ditanya aku masih dalam keadaan cengo besar dan belum sadar apa yang sedang terjadi padaku.
            Tanpa sadar kami berjalan ke lantas paling atas dan sampailah kami diatap sekolah tempat yang dapat dikategorikan sebagai tempat yang jarang dikunjungi siswa,dan sekarang aku sedang berada diatap sekolah bersama siswa laki laki yang bahkan namanya pun tak ku ketahui. Ku tatap datar wajah laki laki yang masih menggenggam tanganku itu berusaha memasang wajah sesantai dan sedingin mungkin untuk menutupi segala rasa takut dan pikiran pikiran aneh yang terpikir oleh ku,hey ayo lah siapa yang tak takut dan berfikir aneh bila sedang dalam posisi seperti ku,tangan sedang digenggam oleh seorang teman sekelas laki laki yang bahkan namanya pun tak kau ketahui,berada diatap sekolah berdua saja,dan yang lebih parahnya adalah pintu yang sengaja ditutup dari luar oleh siswa laki laki itu. Ooh god hal buruk apa lagi yang bisa terjadi sekarang? Tersadar akan lamunan ku yang semakin aneh,ku tatap lagi lelaki yang ada didepan ku ini “maaf bisakah kau melepas tanganku?” ucapku yang berakhir dengan dilepaskannya tanganku yang sedari tadi digenggamnya.
“terkejut?” tanyanya tiba tiba kepada ku yang menatapnya dengan pandangan datar
“sedikit”, jawabku sekenanya menutupi rasa penasaran ku kepada laki laki yang ada didepaku ini,yang entah kenapa dia seperti bisa membaca fikiranku.
“hee…benarkah?” Tanya nya seraya menatapku sekilas dan berjalan kearah pagar besi yang menjadi pembatas atap sekolah.
“jadi,kenapa kau membawa ku kesini?”
“hmmm tidak ada apa apa,aku hanya ingin membawamu ketempat favorit ku saja” jawab siswa laki laki tadi,yang disambut dengan tatapan kekesalan yang terpancar dari mataku yang awalnya menatap nya dengan dingin berubah menjadi tatapan kekesalan.
“baiklah kalau begitu,kalau tak ada yang ingin dibicarakan aku permisi dulu”, jawabku sebisa mungkin untuk menutupi kekesalan ku,bagaimana tidak dihari pertamaku bersekolah aku harus berurusan dengan siswa aneh yang dengan lancangnya menarikku keluar dari kelas tanpa ucapan apa pun kepada sensei baru ku,coba kau bayangkan dihari pertama ku bersekolah aku harus bolos kelas bukan karna kemauan ku sendiri melainkan karna orang menjengkelkan yang sedang duduk diatas pagar pembatas atap sekolah itu. Eh tunggu,pagar pembatas? Sekali lagi aku dibuat terkejut dengan pemuda yang satu ini,dengan santainya duduk diatas pagar pembatas atap sekolah yang asal kau tahu saja sekarang kami sedang berada di lantai tiga,LANTAI TIGA yang bila kau terjatuh dari sini bisa bisa kau langsung bertemu shinigami (dewa kematian),dan tanpa sadar lelaki yang awalnya hanya duduk itu tiba tiba sudah berdiri diatas pagar pembatas itu, tak berpikir panjang ku langkahkan kaki ku dengan secepat mungkin ku raih tangan yang lebih besar dari tanganku itu.
“hey apa yang kau lakukan? Itu berbahaya” teriak ku masih dalam posisi menggenggam tangan pemuda itu,dan didetik kemudian lelaki yang awalnya berdiri dipagar pembatas itu turun dari tempatnya berdiri tadi dan alhasil sekarang pemuda itu berdiri tepat didepan ku. Sadar akan tanganku yang sedari tadi menggenggam tangan besar pemuda itu,membuat pemuda itu menyeringai.
“sepertinya disini ada orang yang betah menggenggam tanganku” ucapnya yang langsung berhasil membuat pipiku merona ah benar benar orang yang menyebalkan.
“gomen” ucapku seraya melepaskan tanganku dari pemuda itu,namun sedetik kemudian tiba tiba hal yang paling tidak bisa ku cerna dengan cepat terjadi padaku,lelaki tadi siswa yang paling menyebalkan ini tiba tiba mencium dahi ku,bukan ciuman yang kasar melainkan ciuman lembut,yang berhasil membuatku cengo ditempat.
“haha tak kusangka putri es ini bisa terkejut juga” ejek pemuda itu setelah melepas ciumannya dari dahi ku. Sadar akan apa yang sudah dilakukan pemuda yang satu ini tanpa basa basi ku ayunkan kaki ku tepat kedepan muka pemuda itu,dan kekesalan ku bertambah ketika pemuda itu bisa menahan tendangan ku.
“apa yang kau lakukan pada ku hentai (mesum)” ucapku dengan nada datar tapi tak dapat dipungkiri terdapat tatapan kekesalan yang tersirat dari tatapan mata ku.
“apa salahnya aku mencium tunanganku sendiri?” jawab pemuda itu seadanya
“hey siapa yang,eh tunggu tunangan kata mu,berarti”
“benar,perkenalkan nama ku Ran haizawa,yang menjadi tunanganmu dan sekelas dengan mu,yoroshiku ne yuna” ucapnya seraya mencium punggung tangan ku dan berlenggang pergi meninggalkanku yang masih mencerna perkataan yang diucapkannya,sedangkan dia? Jangan kau Tanya sekarang dia sedang menyeringai bahagia karna berhasil mempermainkanku.
“cih kenapa kakek sialan itu menjodohkanku dengan laki laki menyebalkan begitu” gumamku kesal dan menendang pagar besi pembatas itu dengan seenaknya sampai perasaan kesalku terpuaskan. “kuso (sial) dia benar benar mempermainkanku” ucapku seraya menutup muka ku yang sekarang merah merona seperti kepiting rebus, “aku mau segera pulang” ucapku dalam hati berharap waktu segera berlalu.
               Ku langkahkan kaki ku dengan gontai menuju kelasku yang berada dilantai 2
“ku harap aku tak bertemu dengan manusia hentai itu” gumamku
“siapa yang kau sebut manusia hentai,baka” sahut seseorang dari belakang seraya memukul dahiku dengan telapak tangannya yang besar.
“ittai naa (sakit tahu)” seraya mengusap dahiku yang memerah ku pandangi orang tersebut dengan tatapan datar seperti biasanya, “kenapa kau ada disini,aho (bodoh/bego)?”
“hanya jalan jalan,mencari putri es yang satu ini siapa tahu dia tersesat dan tak tahu jalan menuju kelasnya sendiri” seraya menyeringai puas
“baka,kau kira aku bodoh apa? Jangan samakan aku dengan orang orang yang buta arah”
“ya..ya..”jawabnya seraya berjalan didepan ku. Ku langkahkan kaki ku mengikuti langkah kaki Ran,tak jauh dari tempat kami berdiri tampak dua orang  yang sangat aku kenali,si duo berisik.
“yunaaaaaaaaa” teriak seorang siswa yang dapat diketahui bukan siswa dari kelas kami,berperawakan tinggi tungkai dengan tinggi badan sekitar 178 cm sepantar dengan ran,mempunyai potongan rambut yang sama dengan ran bedanya siswa yang kelewat aktif ini mempuyai surai berwarna hitam senada dengan bola matanya,memiliki wajah yang dapat dikategorikan sebagai siswa popular,dengan gaya yang layaknya ryota kise dalam anime kuroko no basuke bahkan mungkin tingkahnya benar benar mirip ryota kise,sikap yang kekanak kanakan,tapi selalu berusaha melindungi orang orang yang dianggapnya berharga,gayanya bak seorang model ternama,ya benar siswa yang satu ini menyandang nama marga kanzaki tepatnya rin kanzaki,ya dia adalah kakakku. Ketika Namaku diteriakkan oleh suara yang sangat familiar ditelingaku,terlihat perempatan muncul di dahi ku,tak dipungkiri saat ini aku benar benar tak ingin bertemu dengan makhluk hiper aktif satu ini. Ketika tangan ku yang dari tadi sudah mengeras dan bermaksud untuk memukul wajah tampan kakakku,seketika tindakan yang sudah ku siapkan itu terhenti ketika melihat makhluk yang berjalan beriringan dengan kakakku. Bulu kuduk ku langsung berdiri ketika melihat makhluk itu,ku sembunyikan tubuhku dibelakang tubuh ran,sedangkan ran? Oh jangan ditanya seketika seringainya yang menjengkelkan itu keluar ketika melihat tingkahku yang sedikit ketakutan ketika melihat siswi yang berjalan beriringan dengan kakaku itu. Memang kalau dilihat siswi ini termasuk kedalam salah satu siswi yang paling ingin dijadikan pacar oleh para lelaki,bagaimana tidak parasnya yang cantik,bola mata yang berwarna coklat madu,rambut pirang lurus panjang yang diikat kuncir ekor kuda,tinggi badan sekitar 167 cm,dengan postur badan bak seorang model ternama,gayanya yang fashionable,ditambah kulitnya yang putih porselen menambah daya tariknya sebagai seorang perempuan. Tapi dibalik itu semua dia adalah seorang yang benar benar slalu membuat ku merinding. “kenapa dia ada disini ?” Tanya ku pada ran yang hanya dijawab dengan seringai lebih lebar.
“hooo jangan bilang kau takut dengan akane hakabe haaaa? Padahal dia kan tunangan kakak mu sendiri masa kau takut sungguh tidak sopan”
“hah ran haizawa-san biar ku ralat ucapanmu ini,aku bukannya takut dengan akane aku hanya tak ingin dia melihat ku,bila dia sampai melihat ku maka….” Belum selesai perkataan yang ingin aku ucapkan terdengar teriakan histeris yang memenuhi koridor lantai dua yang sedang kami injak ini.
“kyaaaaaaaaa yunaaaa-chuaaaaan” teriak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah akane hakabe yang dengan semangatnya berlari kearahku.
“hora liatkan,itulah kenapa aku menghindar dari rin dan akane,mereka terlalu berisik” ucapku ketus yang sukses membuat wajah ran yang awalnya menyeringai kembali menjadi datar. Tanpa memperdulikan tatapan itu ku alihkan pandanganku kearah rin dan akane yang siap memeluk ku,demi menghindari pelukan mematikan itu ku ayunkan kaki ku kearah rin yang sukses mengenai wajah tampannya itu.
“berisik,rin no baka”ucap ku seraya menurunkan kaki ku yang tadi menendang wajah rin
“ittai” rintih rin mengusap wajahnya,sedangkan akane? Oooh jangan kau Tanya dia sedang diam cengo disamping rin “jangan coba coba memeluk ku akane,aku tak mau mati konyol gara gara dipelukanmu”
“kau tetap kejam seperti biasanya ya yuna-chan”, jawab akane
“urusai (berisik)” gumam ku kesal mendengar ucapan akane
“demo (tapi) aku benar benar ingin memeluk mu yuna-chuaaaan” seraya mendekat kearah ku,mendengar ucapannya ku Tarik tubuh ran yang berada disampingku untuk kujadikan tameng supaya dapat terhindar dari akane.
“ha’I ha’I , kau benar benar sudah membuat adikku ketakutan akane” kini rin yang angkat bicara guna menghentikkan aksi akane yang bisa membuatku mati mendadak itu.
“haaa’I” ucap akane tak rela
“wah wah kau benar benar penurut ya dengan Rin-san,akane-san” seraya menggenggam tangan kananku yang awalnya ku letakkan di punggung ran “benarkan yuna?” kini ran tersenyum bukan menyeringai tapi tersenyum lembut .
“kenapa dia tersenyum? Kemana seringai yang mengerikan dan menjengkelkannya itu? Dan tunggu sejak kapan dia memanggilku dengan nama depan ku” ucapku dalam hati seraya tetap memasang wajah datar tanpa emosi andalanku “hmmm” ucapku seadanya.
“hey aku tak mau mendengar ucapan itu dari mulutmu bocah,dan lagian kenapa kau menggenggam tangan yuna ku haaa? Lepaskan aho” ucap akane tak mau kalah
“loh kenapa? Memangnya salah kalau aku menggenggap tangan tunangan ku? Benr kan RIN-SAN?” seperti memberi penekanan pada nama rin,kini rin yang mendengar namanya disebutkan seketika raut wajahnya berubah pucat pasi, “apa kau tak memberi tahu akane-san tentang pertunangan ku dan yuna” bila dikatakan seorang iblis kau bisa melihatnya saat ini sedang menggenggam tanganku, lelaki satu ini benar benar seorang iblis yang menjelma menjadi manusia,seraya menyeringai kemenangan di eratkannya tangan ku dengan tangannya yang besar.
“riiiiiiin kenapa kau tak memberi tahuku soal iniiiiii” nah sekarang akane yang berubah menjadi setannya
“gomenasai akane gomenasai,aku benar benar lupa memberi tahukannya kepadamu” aaah lihat kakakku sekarang benar benar terlihat seperti seorang kelinci yang ketakutan ketika berhadapan dengan sesosok serigala,sedangkan ran? Oh jangan ditanya betapa menjengkelkan wajah nya itu,dengan seringai kebahagiannya itu benar benar menjengkelkan. Kulepaskan tanganku dari genggaman ran,melihat tindakan itu padangan ran yang awalnya menatap geli pertengkaran rin dan akane sontak seketika menatap ku dengan pandangan bertanya Tanya.
“hah sudah cukup hari ini dengan kekacauan yang kalian buat,aku sudah lelah biarkan aku pergi” ucapku,belum sempat mendengar jawaban dari mereka bertiga ku langkahkan kaki ku menjauh dari mereka,tak ingin terlibat dengan kekacauan yang lebih berisik dari ini. Baru beberapa langkah ku berjalan seketika kaki ku berhenti ketika melihat wajah yang tak asing lagi bagi ku sudah berdiri tepat didepan ku seraya tersenyum lembut kearah ku.
“konichiwa yuna-san (selamat siang yuna)” aaah entah kenapa seketika badan ku kaku dan susah digerakkan ketika mataku bertemu pandang dengan sosok yang ada didepanku ini “lama tak bertemu ya”.
“kkkau….” Geramku seketika “kenapa ada disini?” terkejut? Jelas sekali,untung aku memiliki wajah yang datar jadi seketika kututupi wajah terkejutku
“are..apakah hanabe-san dan haizaki-san tidak memberitahu mu kalau hari ini aku pindah sekolah disini?”
“pindah kesini? Tunggu jadi yang dimaksud rin tentang marga kitagawa pindahan dari Hokkaido itu dia?” gumamku dalam hati,ketika pikiran ku masih berfikir tanpa sadar rin,akane,dan ran yang awalnya berdiri tak jauh dari ku berdiri kini sudah berada disamping orang itu,tapi tidak untuk ran. Dia lebih memilih berdiri di sampingku.
“haizaki-san apakah kau tak memberi tahu yuna kalau aku pindah kesini hari ini?”
“aah gomen kei,aku memang sengaja tidak memberitahunya biar ini menjadi kejutan.bagaimana yuna? Apa kau terkejut?” oooh jangan kau Tanya rin aku benar benar sangat terkejut melihat makhluk yang bernama lengkap kei kitagawa ini,sampai sampai bicara pun aku tak mampu.
Osashiburi kitagawa-san (lama tak bertemu kitagawa)” ucapku seraya membungkukkan badan 90 derajat
“haha seperti biasa ya kau selalu bersikap formal” ucapnya memandang lambut kearahku.
“sudah lama yah,kira kira berapa tahun kita tak berkumpul seperti ini?” kini akane yang angkat bicara
“kira kira 10 tahun ya” ucap kakakku seraya menerawang masa lalu yang pernah kami lalui bersama.
Osashiburi (lama tak bertemu)kei” seketika kualihkan pandanganku kearah ran yang berada disampingku,tunggu anak ini mengenal kei?
“aa… Osashiburi desu (lama tak bertemu juga) ran”jawab kei seraya tersenyum kearah ran
“hee… ternyata benar benar kei kah..ku kira kau tak punya muka lagi bertemu dengan ku,ternyata masih berani tooh” ku lirik mata ku kearah ran yang masih betah memasang seringai andalannya itu.
“benarkah ran? Kenapa aku harus malu berhadapan lagi denganmu?” waah benar benar tangguh kei ini,dengan santainya dia menjawab pertanyaan sih baka ini.
“bertengkar Cuma gara gara kalah dalam permainan game itu benar benar kekanak kanakan ran”
“urusai akane no baka,aku tak mau mendengar ucapan itu dari mulut mu itu” wah wah…benar saja hanya mendengar perkataan seperti itu akane langsung naik pitam yang segera ditahan oleh rin agar tak seenaknya memukul wajah ran.
“naah kei apakah kau berani menantangku lagi?” haah dasar oni (iblis)
“heeee…bukannya kau yang kalah denganku ran? Kenapa aku harus takut?” skakmat,sekarang oni sialan ini terdiam tak bisa menjawab pertanyaan kei yang masih memasang wajah tersenyum nya itu,satu hal yang aku ketahui dari ini ran tidak bisa menang dari kei dalam hal adu bicara. Ku alihkan pandangan ku menatap kei yang tertawa bersama akane dan rin,rambut coklat madu dengan poni yang dirapikan kebelakang dan menyisakan beberapa helai rambut yang dijadikan poni senada dengan bola matanya,dengan postur tubuh tegap dan tinggi setara dengan ran dan rin,wajah yang tampan dan selalu tersenyum lembut yang dapat membuat semua membuat semua  gadis yang melihatnya luluh,dan juga matanya yang selalu bersinar bagaikan pangeran itu benar benar tak berubah sejak terakhir kali kami bertemu. Menyadari sedang diperhatikan tangannya yang sejak tadi diselipkan disaku perlahan mengusap lembut rambutku.
“sepertinya kau belum keluar juga dari dunia monochrome itu ya,yuna” sekejap mataku langsung terpaku dengan matanya yang menatapku “maaf ya,tidak bisa menepati janjiku” aaah untuk pertama kalinya aku melihat wajahnya seperti itu senyum kepedihan,seketika ku lepaskan tangannya yang masih betah mengelus kepala ku itu.
“kenapa kau merasa bersalah kitagawa-san? Yang menentukan kapan aku mau keluar atau tidak itu adalah diriku sendiri bukan orang lain,jadi jangan mengkhawatirkan hal hal yang tak perlu kitagawa-san,untuk sekrang aku masih betah dalam dunia gelap tanpa warna ini” kulangkahkan kaki ku meninggalkan mereka setelah mengucapkan kalimat itu,menjauh dari hal hal yang merepotkan itu.
“gomen ne minna (maaf ya semuanya) sikap yuna memang agak sulit diatasi jadi ku harap kalian dapat mengerti” ucap rin sepeninggalnya ku “tapi entah kenapa sikap yuna lebih dingin dari biasanya,benarkan akane?”
“aaa…lebih mirip es dari pada manusia”gumam akane dalam diam
“heee…es kah?” didetik kemudian tidak ada yang berani angkat bicara mengenai sikapku yang kelewatan tak sopan itu. Tak selang kemudian bel masuk berbunyi,satu persatu murid memasuki kelasnya masing masing tak luput juga akane,rin,ran,dan kei yang sudah berada dikelas masing masing.

“kapan kau akan berubah yuna?” gumam rin dalam diam seraya memandang langit yang ada diluar jendela “kami disini menunggu lama agar kau cepat keluar dari dunia gelap itu,jadi cepat lah keluar”.

                                                                   bersambung










please coment or review :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar