THE MONOCRHOME PANTHOM
BAB 1. PERTEMUAN
Pernah kah kalian mendengar apa itu dunia hitam putih? Benar dunia
dimana semua yang kau lihat dan semua yang kau rasakan merupakan satu kesatuan
yang tak berarti,tak berasa,dan tak berguna. Yang bisa kau tatap tidak lebih
dari warna hitam dan putih,yang bisa kau lihat hanya warna gelapnya hitam,dan
yang kau rasakan tidak lebih dari tabunya warna putih. Dunia monochrome yang
siap menenggelamkan dirimu kapan saja
bila kau kehilangan sebuah cahaya yang bernama harapan,dan dunia itu
bisa hancur bila kau menemukan cahaya harapan baru yang siap menyelematkanmu
dari suramnya dunia monochrome itu,terkadang kau hanya perlu waktu singkat
untuk terlepas dari dunia monochrome itu,tetapi terkadang pula kau butuh waktu
bertahun tahun untuk menemukan jalan keluar dari dunia fana tersebut,tergantung
dari diri sendiri mau terbebas kapan,dimana,dan oleh siapa. Semuanya tergantung
dari keinginan itu tersendiri.
“yuna apa kau tahu apa itu dunia monochrome? Apakah kau mau bisa keluar
dari dunia itu? Aku akan membantumu dalam menemukan jalan keluar dari dunia
tersebut,jadi tetap bersabar ya,aku akan segera membebaskanmu”. Hanya kata kata
itu lah yang dapat membuatku berharap dan percaya apa itu harapan,tapi sampai
saat ini kata kata itu tak pernah terkabul atau mungkin tak akan pernah terkabul. Kata kata dari seorang yang
berarti dan berujung pada pengkhianatan,dia yang slalu menunjukkan senyuman
yang membuat siapa saja dapat percaya akan kata kata ajaib itu,tapi
kenyataannya kata kata itu hanyalah sebuah genjutsu untuk membuat orang lain
dapat terperangkap dalam genjutsu itu.terbangun dari mimpi dan harapan itu,aku
sudah terperangkap masuk
kedalam dunia monochrome yang slalu disebut sebut sebagai dunia
fana,menyedihkan. “kalau dipikir pikir pada saat itu kenapa aku bisa percaya ya
pada pekataan orang itu? Aneh” benar kata kata itu adalah ucapan dari seorang
teman semasa kecil ku,dia seorang teman yang sangat baik,walaupun aku sering
mengabaikannya tapi entah kenapa masih
saja ia mendatangiku entah sekedar untuk bermain ataupun menemaniku aku tak
pernah mengerti dengan apa yang dia lihat dari ku. Suatu hari dia pernah
berkata bahwa dia ingin aku bisa keluar dari dunia genjutsu monocrhome,pada
saat itu aku tak mengerti sama sekali apa itu dunia monocrhome dan apa itu
dunia genjutsu,tapi didetik kemudian dia menghilang tak berjejak. Setiap hari
ku menunggu,menunggu sosok bocah berumur 6 tahun itu yang slalu mempunyai sinar
mata bak matahari,kehangatan bak pemanas ruangan,dan senyuman bagaikan seorang
pangeran berkuda putih. Tapi sosok itu tak pernah kembali lagi bahkan sampai
sekarang,dn semakin aku terus menunggu dan menunggu aku semakin sadar tidak ada
apa itu yang namanya kehidupan yang terbebas dari dunia monocrhome,bebas itu
adalah salah satu fatamorgana yang dapat membuat seseorang berharap akan adanya
kebebasan,hanya itu.
“yuna,kau ada didalam?” tanya
seseorang yang berada diluar pintu kamarku yang dari suaranya aku dapat
mengenali siapa sosok yang dengan lembutnya menanyakan keberadaanku itu.
“ada apa?” jawabku tanpa bermaksud untuk mendekati
pintu kamar ku
“apa kau sudah membereskan barang barangmu? Satu jam
lagi yuna akan berangkat,sebelum itu oka-san (ibu)
harap kamu berpamitan dulu dengan outo-san (ayah)
dan kakekmu ya..bagaimanapun kamu disana jauh dari kami paling tidak berpamitan
dulu ya” jelas sosok yang dapat diketahui bahwa orang itu adalah ibuku
“ya”. Yuna kanzaki murid sekolah dari st. Rulillia memasuki
tahun ke 2 dalam sekolah menengah atas,sekolah yang dibuat khusus untuk para
murid perempuan singkatnya sekolah itu adalah sekolah khusus perempuan,tapi
untuk beberapa jam yang lalu aku sudah melepas gelar sebagai murid st.
Rulillia. Entah kenapa tiba tiba kakekku yang awalnya menginginkanku bersekolah
disekolah khusus perempuan tiba tiba menyuruhku keluar dari sekolah khusus
tesebut,dan ketika aku sampai dikediaman kanzaki aku dikejutkan oleh
pernyataaan yang dikatakan oleh kakek sialan itu.
13 jam 20 menit 15 detik yang lalu
“yuna”. Panggil kakek ku seraya duduk diruang
keluarga didampingi ayah ku dan ibu ku yang senantiasa mendampingi kakek ku itu
“mulai besok kau akan dipindahkan ke sekolah campuran di kyoto,jadi mulai besok
kau akan tinggal bersama Rin dirumah keluarga kanzaki yang ada di kyoto,kakek
harap kau dapat betah disana” jelasnya singkat.
“alasannya?”
“outo-san apakah outo-san sudah memberitahu yuna tentang perjodohan itu?” kini ibuku yang angkat bicara
“outo-san apakah outo-san sudah memberitahu yuna tentang perjodohan itu?” kini ibuku yang angkat bicara
“yuna,outo-san harap kamu dapat setuju,karna kau
sudah dijodohkan oleh kakekmu dengan anak dari keluarga haizawa,dia adalah
pewaris tunggal dari perusahaan haizawa corp. Untuk menjalin kerja sama yang
baik antara perusahaan kita dengan perusahaan haizawa kami menjodohkanmu dengan
pewaris perusahaan itu. Namanya adalah Ran haizawa bersekolah di sekolah dikyoto
dan sekarang tahun keduanya duduk dibangku sekolah menengah atas” jelas ayah
“jadi singkatnya aku dipindahkan ke kyoto untuk
mempererat hubunganku dengan haizawa-san?”
“tepat sekali” jawab kakekku tenang
“dan satu lagi yuna,ran
adalah seorang database dan akan menjadi database yang mendampingimu selama
dikyoto,ayah tahu mungkin ini seperti memaksa tapi to-san ingin kamu tetap membantu dalam penyelidikan
kasus apapun”
“ha’i ,shitsurei-shimasu (baik.saya permisi)”
jawabku segera meninggalkan ruang keluarga tempat kami berdiskusi tadi.sesampai
ku dikamar kurebahkan tubuh ini kedalam lembutnya tempat tidur ku itu
“lelahnya” gumamku seraya menatap langit langit
kamar yang bernuansa warna hitam putih itu “perjodohan ya...haaah” kutarik
tubuhku yang masih enggan untuk bangun,berjalan mendekati cermin besar yang
terpajang didalam kamar ku itu. Kupandangi pantulan diriku melalui cermin
itu,rambut panjang sebatas bahu yang diikat sembarangan senada dengan warna
bola mata ku yang berwarna hitam,mata yang bulat,kulit putih porselen,tinggi
sekitar 162 cm, dan dengan wajah yang termasuk karakter baby-face. “sebenarnya
apa yang dipikirkan kakek satu itu,sampai menjodohkanku dengan seseorang yang
bahkan sosoknya pun tak ku ketahui,haaah ya terserahlah toh aku tak merasa
dirugikan maupun diuntungkan,jadi terserah lah”.
Sekolah
khusus penyidik menengah pertama bekerja sama dengan kepolisian tokyo,biasanya
para penyidik yang bekerja dikantor
kepolisian tokyo lulusan dari sekolah khusus penyidik,selain sekolah khusus
penyidik ada juga sekolah khusus database atau orang orang yang bertugas
mencari informasi agar dapat membantu penyidik. Tidak semua orang dapat masuk
ke sekolah ini,sekolah itu mempunyai sistem pendidikan yang ketat,tes masuknya
pun benar benar diluar logika,dan aku serta kakakku dengan terpaksanya harus
masuk kesekolah tersebut. Karna paksaan ayah dan kakek ku kami harus masuk
kedalam sekolah mengerikan itu, baru sekitar 4 minggu kami bersekolah disana
kakakku sudah berulah dengan kabur dari asrama dan bolos saat pelajaran.
Bagaimana tidak masuk sekolah pukul 06.30,pelajaran yang kebanyakan tentang
dasar dasar cara menjadi penyidik,dengan seminggu 3 kali kami harus ikut
melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian agar kami terbiasa dengan
situasi ruang kasus,dan ditambah setiap 3 kali seminggu itu pula kami harus
melihat mayat mayat yang meninggal dengan mengenaskan,manusia mana yang tahan melihat
hal tersebut. Dan setiap hari pula kami harus pulang ke asrama jam 22.30
malam,singkatnya hidup kami dihabiskan di sekolah tersebut,ditambah lagi pada
akhir pekan kami mendapatkan pelatihan fisik dari para pengajar kepolisian.
Kakakku yang awalnya seorang “S” entah kenapa lama kelamaan menuju menjadi
seorang “M” mungkin karna terlalu mendapat siksaan yang berat membuat mental
“S” nya berubah.
Setelah
lulus dari sekolah khusus penyidik menengah pertama ku kira kami akan
melanjutkan sekolah kami di sekolah khusus penyidik menengah atas di tokyo,tapi
entah kenapa kakek ku tiba tiba memasukkan ku ke st. Rullilia sekolah elit
khusus perempuan di hokkaido sedangkan kakakku dipindah kan ke kyoto dan
bersekolah di sekolah campuran. Entah kenapa ayah ku yang seorang inspektur
kepolisian tokyo yang awalnya bersih keras ingin membuatku dengan kakakku
menjadi seorang penyidik,berubah mengkuti perkataan kakek ku yang seorang
pemegang perusahaan kanzaki corp,sedangkan ibuku yang seorang direktur yang membantu
kakek ku dalam menjalankan perusahaan tidak pernah menceritakan apa pun kepada
ku maupun kepada kakakku tentang apa yang sebenarnya kakekku rencanakan dan apa
yang sebenarnya kakekku fikirkan.
Hidup menjadi seorang anak dari inspektur kepolisian dan cucu dari
seorang terkemuka tidak memberi kami kemampuan untuk menentang ataupun
membantah. Terutama diriku yang slalu tidak diberi kesempatan untuk dapat
melakukan apa yang ku mau,yang bisa ku lakukan hanyalah pasrah akan segala
keputusan yang telah ditetapkan kakekku maupun ayah ku. Berbeda dengan kakak
ku,dia bisa melakukan apa yang dia mau,terkadang ada perasaan iri dan cemburu
kepada kakakku itu yang tak bisa ku ungkapkan.
Kembali ke 13 jam 20 menit 15 detik kemudian
Disini aku sudah bersiap siap untuk keberngkatan ku
ke kyoto,seperti biasa tidak ada yang ikut mengantarku walau hanya sampai
stasiun kereta saja.
“haaah,hari ini pun tidak ada yang mau mengantarku”
keluh ku dalam hati seraya melangkahkan kakiku masuk kedalam kereta ekspress
itu,mencari tempat duduk yang pas dan segera menempati tempat duduk itu.
Terdengar bunyi pesan email dari ponsel ku yang didominasi warna hitam itu
To: yuna
From : oka-san
Subject: kenapa?
“Kenapa
naik kereta yuna? Bukannya oka-san sudah menyiapkan mobil untuk mu? Kan kau
masih harus berkunjung kesekolah mu dulu? Kalau dengan naik kereta bisa bisa
kau telat masuk dihari pertama mu”.
.
.
.
.
To: oka-san
From : yuna
Subject: bawa saja
barang barang ku
“tenang
saja aku sudah mengenakan seragam sekolah baru,lagi pula aku tidak mungkin
telat ini masih pukul 6 pagi,sedangkan sekolah masuk pukul 08.30 . dari tokyo
ke kyoto hanya butuh waktu 2 jam,aku masih mempunyai waktu 30 menit untuk
sampai disekolah. Antar saja barang barangku kerumah Rin”.
“aku bukan anak kecil
lagi,ka-san”, gumamku kepada diri sendiri seraya menutup ponsel flip ku itu. Ku
alihkan pandangan ku keluar jendela yang masih sedikit berembun akibat sinar
matahari yang belum terlalu muncul, “pindah,dijodohkan,dan berakhir pada sebuah
kasus... haaah apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini? Padahal untuk kesekian
kalinya aku sudah tak mau terlibat dengan apapun yang berhubungan dengan
penyidik ataupun database,tapi masih saja kedua orang tua sialan itu
menempatkanku pada situasi yang rumit,ku harap mereka segera cepat cepat
pensiun”, sekali lagi aku kembali bergumam entah sudah berapa kali dalam sehari
ku bergumam gara gara ini,hey ayolah anak mana yang tidak mengeluh bila
diperlakukan dengan tidak elit seperti ini dan jangan harap aku dapat membantah
ataupun memberontak,karna bila itu terjadi itu artinya aku harus keluar dari
keluarga kanzaki,dan aku masih cukup waras dan sayang nyawa untuk melakukan hal
hal tersebut. Ku sandarkan kepala ku disamping jendela kereta,ku pandangi lagi
suasana dan keadaan suatu daerah yang berlalu dengan cepat,sayup sayup ketutup
mata ku yang memiliki bola mata yang senada dengan rambut hitam ku itu dan
tanpa terasa tiba tiba saja aku sudah berada di alam mimpi.
Pukul 8 tepat aku sampai di kyoto,ku
langkahkan kaki pertamaku di kyoto,rasa asing seketika menyambar seluruh tubuh
ku. Suasana,orang orang,bahkan bangunan bangunan yang berdiri pun berbeda dari
yang biasa ku pandangi. Tanpa pikir panjang ku berjalan keluar dari stasiun
kereta,ku rogoh saku ku mencari benda kecil yang bernama ponsel.
To : Rin baka (bodoh)
From : Yuna
Subject : aku sudah
sampai
“
hey baka Aku sudah sampai dikyoto, Apa barang barang ku sudah diantar kan
kerumah?”
.
.
.
.
.
.
To
: yuna
From:
oni-chan (kakak laki laki)
Subject
: benarkah? Kenapa tak bilang padaku
“
benarkah kau sudah sampai di kyoto? Kenapa kau tak memberitahuku bahwa kau
sudah berangkat? Ku kira kau baru berangkat siang nanti. Barang barang mu sudah
diantar kerumah ku tenang saja,oh ya apa kau tahu dimana sekolahnya? Perlu ku
jemput?”
.
.
.
.
.
To : Rin baka
From : yuna
Subject: tidak perlu
“
tidak perlu aku bisa sendiri,aku kelas mana?”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : kelas 2-2
“
heeeeee padahal ni-chan mu ini ingin menjemputmu...kenapa kau tidak ingin
dijemput? Oh ya kau ditempatkan dikelas 2-2 sekelas dengan Ran.”
.
.
.
.
.
To : rin baka
From : yuna
Subject : berisik
“
kau berisik seperti biasanya rin,dan aku tidak peduli”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : heeee hidoi (
jahatnya)
“
hidoi naa....kau slalu saja dingin pada ku L .o ya kau tahu hari
ini ada juga murid pindahan di kelas ku,dia pindahan dari hokkaido kalo tak
salah nama marganya Kitagawa,entah kenapa aku tak asing mendengar nama
itu,apakah kau mengenalnya?”
.
.
.
.
Kutatap
layar ponselku itu “Kitagawa kah” gumam ku tak sadar,tak terlalu difikirkan ku
tutup ponsel flip yang didominasi warna hitam dan segera melangkah menjauhi
stasiun kereta api jurusan tokyo kyoto itu. Tak perlu waktu lama aku sudah
berada di depan gerbang sekolahku yang baru,“syoyo” itulah nama sekolah ku yang
baru. Ku langkahkan kaki ku masuk kesekolah itu,ku berjalan tanpa mengindahkan
tatapan bertanya ataupun bisikan bisikan siswa siswi sekolah itu.
“hey
itu murid baru?” tanya seorang perempuan yang dapat diketahui bahwa dia juga
bersekolah disekolah yang sama denganku. “hey lihat nama marganya bukannya itu
salah satu perusahaan besar di tokyo?”
“mana? Waaah kau benar,kenapa orang terpandang bisa
berada disini?” jawab temannya yang satu lagi. Ya benar seperti biasa kesan
orang orang saat melihat ku hanya kenapa? Kenapa dan bagaimana bisa? Tanpa
pikir panjang ku berjalan meninggalkan beberapa siswa yang masih penuh tanda
Tanya itu,ku eratkan peganganku pada tas yang sedang ku gandeng.lorong demi lorong ku tapaki berharap
segera sampai pada tempat tujuanku,ku langkahkan kaki ku bergerak lebih cepat
agar terhindar dari tatapan murid murid yang melintas dan yang sedang
melihatku. Tak jauh dari ku berjalan sudah Nampak papan nama ruangan yang
sedari tadi ku cari yap ruang guru.
“aku
sudah mendapat informasi bahwa hari ini kau akan mulai bersekolah disini” ucap
seorang pria yang dapat diperkirakan berumur 24 tahun,dengan perawakan tinggi
tungkai,dengan surai berwarna hitam dipotong rapi sedikit jabrik dan agak
sedikit berantakan layaknya seorang bad boy dalam serial manga ataupun
anime,dan mengenakan kacamata ber-frame hitam putih “perkenalkan namaku ryota
kurosaki aku mengajar dalam bidang matematika. Oh ya mulai dari sekarang aku
adalah wali kelasmu yang baru yoroshiku onegaishimasu ne yuna-san (mohon kerja
samanya ya,yuna)” seraya tersenyum lembut kearahku bukan senyum paksaan tapi
tersenyum dengan lembut yang dapat
dipastikan senyuman ini adalah senyuman andalan yang bias membuat seluruh siswa
perempuan jatuh hati padanya.
“ah…ore mo (aku juga)” jawab ku seadanya seraya
membungkukkan tubuh 180 derajat untuk menunjukkan rasa hormatku kepada sensei
(guru) baru ku ini.
“baiklah kalau begitu yuna-san bisakah kau ikut
denganku,aku ingin memperkenalkan mu pada teman teman baru mu”, seraya bangkit
dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru yang diikuti oleh
ku. Tak banyak percakapan saat diperjalanan menuju kelas baru ku,saat dia mulai
bertanya pada ku tentang berbagai hal,hanya ku jawab dengan anggukan atau
jawaban seadanya,dan ketika kami sampai dilantai dua tempat kelasku berada
terdengar tegur sapa beberapa siswi yang sengaja keluar dari kelasnya demi
menyapa sensei muda satu ini bahkan ada yang sampai berteriak histeris.
“doumo sensei” sapa seorang murid dari pintu kelasnya
“ohayo kurosaki-sensei” teriak siswi yang satu
lagi,sedangkan sensei ini hanya melambaikan tangan seraya tersenyum
lembut,lagi. Sesampai kami didepan kelas kurosaki-sensei menyuruhku untuk
menuggu didepan kelas,terpampang disana tulisan kelas 2-2 yang akan menjadi
kelas baru ku.
“yuna-san silahkan masuk!” titah kurosaki-sensei
kepada ku,mendengar namaku dipanggil segera ku buka pintu kelas baru ku itu dan
masuk kedalamnya “yuna-san silahkan perkenalkan dirimu kepada teman teman baru
mu!”
“yuna kanzaki,pindahan dari st. Rulillia Tokyo,yoroshiku”,
ucapku seadanya
“baiklah minna (semua) sensei harap kalian dapat akrab
dengan yuna ya” seraya tersenyum lembut,lagi. “baiklah yuna silahkan duduk
dibelakang ran-kun,tempat dudukmu dipojong belakang dekat jendela ya”,tanpa
ucapan aku hanya mengangguk mengerti dan berjalan meenuju tempat duduk yang
dimaksud. Ku letakkan tas yang sedari tadi tergantung dipundakku di tempat
penggantung tas yang terletak di pinggiran samping mejaku,ku tatap lekat lekat
guru baru yang sedang menerangkan pelajaran yang menjadi bidang keahliannya itu
dan kuarahkan pandanganku kearah siswi siswi kelas itu yang memandangi guru
muda itu dengan tatapan memuja “sudah ku duga ternyata aku memiliki guru
idola,dia juga memanggilku dengan nama depan ku padahal baru bertemu…dasar…”
ucapku dalam hati “kalau tiba tiba kutendang kepala sensei itu,kira kira apa
yang akan terjadi ya?” gumamku tanpa sadar
“kau pasti akan langsung ditendang dari kelas oleh para penggemar ryota-sensei”,mendengar
gumaman ku dijawab ku alihkan mataku yang awalnya memandang keluar jendela seketika
ku alihkan pandanganku mencari sumber suara yang ternyata berasal dari seorang
siswa laki laki yang duduk di depanku yang menatapku dengan pandangan yang amat
teramat datar dan dingin,ku tatap laki laki itu dengan pandangan yang sama,ku
amati laki laki itu lekat lekat. Tinggi badan sekitar 178 cm,bola mata yang
berwarna hitam,rambut yang berwarna pirang yang dipotong rapi yang sengaja dibuat
sedikit berantakan layaknya tokoh anime seijuro Akashi dalam anime kuroko no
basuke,dengan wajah yang tergolong tampan dan masuk dalam kapasitas siswa siswa
populer,ditambah dengan gaya nya yang terkesan maskulin dan cool layaknya
seorang bad boy menambah kesan keren untuk siswa yang ada didepanku ini.
Tersadar dari lamunanku ku alihkan pandangan mata ku yang awalnya menatap
postur badan siswa ini kearah matanya, “hoo” jawabku seadanya tak ingin
memperpanjang pembicaraan kami dan membuatku ditegur oleh kurosaki-sensei.
Mendengar jawaban ku yang tak serius menanggapi ucapannya,terlihat perempatan
yang muncul didahi siswa itu,dan didetik kemudian tanganku yang sedari tadi
menopang dagu ku tiba tiba disambar oleh tangan kekar dan lebih besar dari
tangan ku itu,melihat tindakan tiba tiba itu ku tatap pelaku yang sedang
memegang tangan ku seraya menyeringai, “gawat,perasaanku tak enak” gumamku
dalam hati dan benar saja diriku yang sedari tadi sedang nyaman nyamannya duduk
dengan posisi ternyaman itu segera ditarik keluar kelas oleh siswa laki laki
yang duduk didepanku itu,tanpa basa basi dia langsung berlenggang santai keluar
dari kelas yang diikuti tatapan bingung semua orang yang melihat kejadian yang
tak terduga itu,sedangkan aku? Oh jangan ditanya aku masih dalam keadaan cengo
besar dan belum sadar apa yang sedang terjadi padaku.
Tanpa sadar kami berjalan ke lantas paling atas dan sampailah kami
diatap sekolah tempat yang dapat dikategorikan sebagai tempat yang jarang
dikunjungi siswa,dan sekarang aku sedang berada diatap sekolah bersama siswa
laki laki yang bahkan namanya pun tak ku ketahui. Ku tatap datar wajah laki
laki yang masih menggenggam tanganku itu berusaha memasang wajah sesantai dan
sedingin mungkin untuk menutupi segala rasa takut dan pikiran pikiran aneh yang
terpikir oleh ku,hey ayo lah siapa yang tak takut dan berfikir aneh bila sedang
dalam posisi seperti ku,tangan sedang digenggam oleh seorang teman sekelas laki
laki yang bahkan namanya pun tak kau ketahui,berada diatap sekolah berdua
saja,dan yang lebih parahnya adalah pintu yang sengaja ditutup dari luar oleh
siswa laki laki itu. Ooh god hal buruk apa lagi yang bisa terjadi sekarang?
Tersadar akan lamunan ku yang semakin aneh,ku tatap lagi lelaki yang ada
didepan ku ini “maaf bisakah kau melepas tanganku?” ucapku yang berakhir dengan
dilepaskannya tanganku yang sedari tadi digenggamnya.
“terkejut?” tanyanya tiba tiba kepada ku yang
menatapnya dengan pandangan datar
“sedikit”, jawabku sekenanya menutupi rasa penasaran
ku kepada laki laki yang ada didepaku ini,yang entah kenapa dia seperti bisa
membaca fikiranku.
“hee…benarkah?” Tanya nya seraya menatapku sekilas dan
berjalan kearah pagar besi yang menjadi pembatas atap sekolah.
“jadi,kenapa kau membawa ku kesini?”
“hmmm tidak ada apa apa,aku hanya ingin membawamu
ketempat favorit ku saja” jawab siswa laki laki tadi,yang disambut dengan
tatapan kekesalan yang terpancar dari mataku yang awalnya menatap nya dengan
dingin berubah menjadi tatapan kekesalan.
“baiklah kalau begitu,kalau tak ada yang ingin
dibicarakan aku permisi dulu”, jawabku sebisa mungkin untuk menutupi kekesalan
ku,bagaimana tidak dihari pertamaku bersekolah aku harus berurusan dengan siswa
aneh yang dengan lancangnya menarikku keluar dari kelas tanpa ucapan apa pun
kepada sensei baru ku,coba kau bayangkan dihari pertama ku bersekolah aku harus
bolos kelas bukan karna kemauan ku sendiri melainkan karna orang menjengkelkan
yang sedang duduk diatas pagar pembatas atap sekolah itu. Eh tunggu,pagar
pembatas? Sekali lagi aku dibuat terkejut dengan pemuda yang satu ini,dengan
santainya duduk diatas pagar pembatas atap sekolah yang asal kau tahu saja
sekarang kami sedang berada di lantai tiga,LANTAI TIGA yang bila kau terjatuh
dari sini bisa bisa kau langsung bertemu shinigami (dewa kematian),dan tanpa
sadar lelaki yang awalnya hanya duduk itu tiba tiba sudah berdiri diatas pagar
pembatas itu, tak berpikir panjang ku langkahkan kaki ku dengan secepat mungkin
ku raih tangan yang lebih besar dari tanganku itu.
“hey apa yang kau lakukan? Itu berbahaya” teriak ku
masih dalam posisi menggenggam tangan pemuda itu,dan didetik kemudian lelaki
yang awalnya berdiri dipagar pembatas itu turun dari tempatnya berdiri tadi dan
alhasil sekarang pemuda itu berdiri tepat didepan ku. Sadar akan tanganku yang
sedari tadi menggenggam tangan besar pemuda itu,membuat pemuda itu menyeringai.
“sepertinya disini ada orang yang betah menggenggam
tanganku” ucapnya yang langsung berhasil membuat pipiku merona ah benar benar
orang yang menyebalkan.
“gomen” ucapku seraya melepaskan tanganku dari pemuda
itu,namun sedetik kemudian tiba tiba hal yang paling tidak bisa ku cerna dengan
cepat terjadi padaku,lelaki tadi siswa yang paling menyebalkan ini tiba tiba
mencium dahi ku,bukan ciuman yang kasar melainkan ciuman lembut,yang berhasil
membuatku cengo ditempat.
“haha tak kusangka putri es ini bisa terkejut juga”
ejek pemuda itu setelah melepas ciumannya dari dahi ku. Sadar akan apa yang
sudah dilakukan pemuda yang satu ini tanpa basa basi ku ayunkan kaki ku tepat
kedepan muka pemuda itu,dan kekesalan ku bertambah ketika pemuda itu bisa
menahan tendangan ku.
“apa yang kau lakukan pada ku hentai (mesum)” ucapku
dengan nada datar tapi tak dapat dipungkiri terdapat tatapan kekesalan yang
tersirat dari tatapan mata ku.
“apa salahnya aku mencium tunanganku sendiri?” jawab
pemuda itu seadanya
“hey siapa yang,eh tunggu tunangan kata mu,berarti”
“benar,perkenalkan nama ku Ran haizawa,yang menjadi
tunanganmu dan sekelas dengan mu,yoroshiku ne yuna” ucapnya seraya mencium
punggung tangan ku dan berlenggang pergi meninggalkanku yang masih mencerna
perkataan yang diucapkannya,sedangkan dia? Jangan kau Tanya sekarang dia sedang
menyeringai bahagia karna berhasil mempermainkanku.
“cih kenapa kakek sialan itu menjodohkanku dengan laki
laki menyebalkan begitu” gumamku kesal dan menendang pagar besi pembatas itu
dengan seenaknya sampai perasaan kesalku terpuaskan. “kuso (sial) dia benar
benar mempermainkanku” ucapku seraya menutup muka ku yang sekarang merah merona
seperti kepiting rebus, “aku mau segera pulang” ucapku dalam hati berharap
waktu segera berlalu.
Ku
langkahkan kaki ku dengan gontai menuju kelasku yang berada dilantai 2
“ku harap aku tak bertemu dengan manusia hentai itu”
gumamku
“siapa yang kau sebut manusia hentai,baka” sahut
seseorang dari belakang seraya memukul dahiku dengan telapak tangannya yang
besar.
“ittai naa (sakit tahu)” seraya mengusap dahiku yang
memerah ku pandangi orang tersebut dengan tatapan datar seperti biasanya, “kenapa
kau ada disini,aho (bodoh/bego)?”
“hanya jalan jalan,mencari putri es yang satu ini
siapa tahu dia tersesat dan tak tahu jalan menuju kelasnya sendiri” seraya
menyeringai puas
“baka,kau kira aku bodoh apa? Jangan samakan aku
dengan orang orang yang buta arah”
“ya..ya..”jawabnya seraya berjalan didepan ku. Ku
langkahkan kaki ku mengikuti langkah kaki Ran,tak jauh dari tempat kami berdiri
tampak dua orang yang sangat aku
kenali,si duo berisik.
“yunaaaaaaaaa” teriak seorang siswa yang dapat
diketahui bukan siswa dari kelas kami,berperawakan tinggi tungkai dengan tinggi
badan sekitar 178 cm sepantar dengan ran,mempunyai potongan rambut yang sama
dengan ran bedanya siswa yang kelewat aktif ini mempuyai surai berwarna hitam
senada dengan bola matanya,memiliki wajah yang dapat dikategorikan sebagai
siswa popular,dengan gaya yang layaknya ryota kise dalam anime kuroko no basuke
bahkan mungkin tingkahnya benar benar mirip ryota kise,sikap yang kekanak
kanakan,tapi selalu berusaha melindungi orang orang yang dianggapnya
berharga,gayanya bak seorang model ternama,ya benar siswa yang satu ini
menyandang nama marga kanzaki tepatnya rin kanzaki,ya dia adalah kakakku.
Ketika Namaku diteriakkan oleh suara yang sangat familiar ditelingaku,terlihat
perempatan muncul di dahi ku,tak dipungkiri saat ini aku benar benar tak ingin
bertemu dengan makhluk hiper aktif satu ini. Ketika tangan ku yang dari tadi
sudah mengeras dan bermaksud untuk memukul wajah tampan kakakku,seketika
tindakan yang sudah ku siapkan itu terhenti ketika melihat makhluk yang
berjalan beriringan dengan kakakku. Bulu kuduk ku langsung berdiri ketika
melihat makhluk itu,ku sembunyikan tubuhku dibelakang tubuh ran,sedangkan ran?
Oh jangan ditanya seketika seringainya yang menjengkelkan itu keluar ketika
melihat tingkahku yang sedikit ketakutan ketika melihat siswi yang berjalan
beriringan dengan kakaku itu. Memang kalau dilihat siswi ini termasuk kedalam
salah satu siswi yang paling ingin dijadikan pacar oleh para lelaki,bagaimana
tidak parasnya yang cantik,bola mata yang berwarna coklat madu,rambut pirang
lurus panjang yang diikat kuncir ekor kuda,tinggi badan sekitar 167 cm,dengan
postur badan bak seorang model ternama,gayanya yang fashionable,ditambah
kulitnya yang putih porselen menambah daya tariknya sebagai seorang perempuan.
Tapi dibalik itu semua dia adalah seorang yang benar benar slalu membuat ku
merinding. “kenapa dia ada disini ?” Tanya ku pada ran yang hanya dijawab
dengan seringai lebih lebar.
“hooo jangan bilang kau takut dengan akane hakabe
haaaa? Padahal dia kan tunangan kakak mu sendiri masa kau takut sungguh tidak
sopan”
“hah ran haizawa-san biar ku ralat ucapanmu ini,aku
bukannya takut dengan akane aku hanya tak ingin dia melihat ku,bila dia sampai
melihat ku maka….” Belum selesai perkataan yang ingin aku ucapkan terdengar
teriakan histeris yang memenuhi koridor lantai dua yang sedang kami injak ini.
“kyaaaaaaaaa yunaaaa-chuaaaaan” teriak seseorang yang
tak lain dan tak bukan adalah akane hakabe yang dengan semangatnya berlari
kearahku.
“hora liatkan,itulah kenapa aku menghindar dari rin
dan akane,mereka terlalu berisik” ucapku ketus yang sukses membuat wajah ran
yang awalnya menyeringai kembali menjadi datar. Tanpa memperdulikan tatapan itu
ku alihkan pandanganku kearah rin dan akane yang siap memeluk ku,demi
menghindari pelukan mematikan itu ku ayunkan kaki ku kearah rin yang sukses
mengenai wajah tampannya itu.
“berisik,rin no baka”ucap ku seraya menurunkan kaki ku
yang tadi menendang wajah rin
“ittai” rintih rin mengusap wajahnya,sedangkan akane?
Oooh jangan kau Tanya dia sedang diam cengo disamping rin “jangan coba coba
memeluk ku akane,aku tak mau mati konyol gara gara dipelukanmu”
“kau tetap kejam seperti biasanya ya yuna-chan”, jawab
akane
“urusai (berisik)” gumam ku kesal mendengar ucapan
akane
“demo (tapi) aku benar benar ingin memeluk mu
yuna-chuaaaan” seraya mendekat kearah ku,mendengar ucapannya ku Tarik tubuh ran
yang berada disampingku untuk kujadikan tameng supaya dapat terhindar dari
akane.
“ha’I ha’I , kau benar benar sudah membuat adikku
ketakutan akane” kini rin yang angkat bicara guna menghentikkan aksi akane yang
bisa membuatku mati mendadak itu.
“haaa’I” ucap akane tak rela
“wah wah kau benar benar penurut ya dengan
Rin-san,akane-san” seraya menggenggam tangan kananku yang awalnya ku letakkan
di punggung ran “benarkan yuna?” kini ran tersenyum bukan menyeringai tapi
tersenyum lembut .
“kenapa dia tersenyum? Kemana seringai yang mengerikan
dan menjengkelkannya itu? Dan tunggu sejak kapan dia memanggilku dengan nama
depan ku” ucapku dalam hati seraya tetap memasang wajah datar tanpa emosi
andalanku “hmmm” ucapku seadanya.
“hey aku tak mau mendengar ucapan itu dari mulutmu
bocah,dan lagian kenapa kau menggenggam tangan yuna ku haaa? Lepaskan aho” ucap
akane tak mau kalah
“loh kenapa? Memangnya salah kalau aku menggenggap
tangan tunangan ku? Benr kan RIN-SAN?” seperti memberi penekanan pada nama
rin,kini rin yang mendengar namanya disebutkan seketika raut wajahnya berubah
pucat pasi, “apa kau tak memberi tahu akane-san tentang pertunangan ku dan
yuna” bila dikatakan seorang iblis kau bisa melihatnya saat ini sedang
menggenggam tanganku, lelaki satu ini benar benar seorang iblis yang menjelma
menjadi manusia,seraya menyeringai kemenangan di eratkannya tangan ku dengan
tangannya yang besar.
“riiiiiiin kenapa kau tak memberi tahuku soal
iniiiiii” nah sekarang akane yang berubah menjadi setannya
“gomenasai akane gomenasai,aku benar benar lupa
memberi tahukannya kepadamu” aaah lihat kakakku sekarang benar benar terlihat
seperti seorang kelinci yang ketakutan ketika berhadapan dengan sesosok
serigala,sedangkan ran? Oh jangan ditanya betapa menjengkelkan wajah nya
itu,dengan seringai kebahagiannya itu benar benar menjengkelkan. Kulepaskan
tanganku dari genggaman ran,melihat tindakan itu padangan ran yang awalnya
menatap geli pertengkaran rin dan akane sontak seketika menatap ku dengan
pandangan bertanya Tanya.
“hah sudah cukup hari ini dengan kekacauan yang kalian
buat,aku sudah lelah biarkan aku pergi” ucapku,belum sempat mendengar jawaban
dari mereka bertiga ku langkahkan kaki ku menjauh dari mereka,tak ingin
terlibat dengan kekacauan yang lebih berisik dari ini. Baru beberapa langkah ku
berjalan seketika kaki ku berhenti ketika melihat wajah yang tak asing lagi
bagi ku sudah berdiri tepat didepan ku seraya tersenyum lembut kearah ku.
“konichiwa yuna-san (selamat siang yuna)” aaah entah
kenapa seketika badan ku kaku dan susah digerakkan ketika mataku bertemu
pandang dengan sosok yang ada didepanku ini “lama tak bertemu ya”.
“kkkau….” Geramku seketika “kenapa ada disini?”
terkejut? Jelas sekali,untung aku memiliki wajah yang datar jadi seketika
kututupi wajah terkejutku
“are..apakah hanabe-san dan haizaki-san tidak
memberitahu mu kalau hari ini aku pindah sekolah disini?”
“pindah kesini? Tunggu jadi yang dimaksud rin tentang
marga kitagawa pindahan dari Hokkaido itu dia?” gumamku dalam hati,ketika
pikiran ku masih berfikir tanpa sadar rin,akane,dan ran yang awalnya berdiri
tak jauh dari ku berdiri kini sudah berada disamping orang itu,tapi tidak untuk
ran. Dia lebih memilih berdiri di sampingku.
“haizaki-san apakah kau tak memberi tahu yuna kalau
aku pindah kesini hari ini?”
“aah gomen kei,aku memang sengaja tidak memberitahunya
biar ini menjadi kejutan.bagaimana yuna? Apa kau terkejut?” oooh jangan kau
Tanya rin aku benar benar sangat terkejut melihat makhluk yang bernama lengkap
kei kitagawa ini,sampai sampai bicara pun aku tak mampu.
“Osashiburi
kitagawa-san
(lama tak bertemu kitagawa)” ucapku seraya membungkukkan badan 90 derajat
“haha seperti biasa ya kau selalu bersikap formal”
ucapnya memandang lambut kearahku.
“sudah lama yah,kira kira berapa tahun kita tak
berkumpul seperti ini?” kini akane yang angkat bicara
“kira kira 10 tahun ya” ucap kakakku seraya menerawang
masa lalu yang pernah kami lalui bersama.
“Osashiburi (lama tak
bertemu)kei” seketika kualihkan pandanganku kearah ran yang berada
disampingku,tunggu anak ini mengenal kei?
“aa… Osashiburi desu (lama tak bertemu juga) ran”jawab
kei seraya tersenyum kearah ran
“hee… ternyata benar benar kei kah..ku kira kau tak
punya muka lagi bertemu dengan ku,ternyata masih berani tooh” ku lirik mata ku
kearah ran yang masih betah memasang seringai andalannya itu.
“benarkah ran? Kenapa aku harus malu berhadapan lagi
denganmu?” waah benar benar tangguh kei ini,dengan santainya dia menjawab
pertanyaan sih baka ini.
“bertengkar Cuma gara gara kalah dalam permainan game
itu benar benar kekanak kanakan ran”
“urusai akane no baka,aku tak mau mendengar ucapan itu
dari mulut mu itu” wah wah…benar saja hanya mendengar perkataan seperti itu
akane langsung naik pitam yang segera ditahan oleh rin agar tak seenaknya
memukul wajah ran.
“naah kei apakah kau berani menantangku lagi?” haah
dasar oni (iblis)
“heeee…bukannya kau yang kalah denganku ran? Kenapa
aku harus takut?” skakmat,sekarang oni sialan ini terdiam tak bisa menjawab
pertanyaan kei yang masih memasang wajah tersenyum nya itu,satu hal yang aku
ketahui dari ini ran tidak bisa menang dari kei dalam hal adu bicara. Ku
alihkan pandangan ku menatap kei yang tertawa bersama akane dan rin,rambut
coklat madu dengan poni yang dirapikan kebelakang dan menyisakan beberapa helai
rambut yang dijadikan poni senada dengan bola matanya,dengan postur tubuh tegap
dan tinggi setara dengan ran dan rin,wajah yang tampan dan selalu tersenyum
lembut yang dapat membuat semua membuat semua gadis yang melihatnya luluh,dan juga matanya
yang selalu bersinar bagaikan pangeran itu benar benar tak berubah sejak
terakhir kali kami bertemu. Menyadari sedang diperhatikan tangannya yang sejak
tadi diselipkan disaku perlahan mengusap lembut rambutku.
“sepertinya kau belum keluar juga dari dunia
monochrome itu ya,yuna” sekejap mataku langsung terpaku dengan matanya yang
menatapku “maaf ya,tidak bisa menepati janjiku” aaah untuk pertama kalinya aku
melihat wajahnya seperti itu senyum kepedihan,seketika ku lepaskan tangannya
yang masih betah mengelus kepala ku itu.
“kenapa kau merasa bersalah kitagawa-san? Yang
menentukan kapan aku mau keluar atau tidak itu adalah diriku sendiri bukan
orang lain,jadi jangan mengkhawatirkan hal hal yang tak perlu
kitagawa-san,untuk sekrang aku masih betah dalam dunia gelap tanpa warna ini”
kulangkahkan kaki ku meninggalkan mereka setelah mengucapkan kalimat
itu,menjauh dari hal hal yang merepotkan itu.
“gomen ne minna (maaf ya semuanya) sikap yuna memang
agak sulit diatasi jadi ku harap kalian dapat mengerti” ucap rin sepeninggalnya
ku “tapi entah kenapa sikap yuna lebih dingin dari biasanya,benarkan akane?”
“aaa…lebih mirip es dari pada manusia”gumam akane dalam
diam
“heee…es kah?” didetik kemudian tidak ada yang berani
angkat bicara mengenai sikapku yang kelewatan tak sopan itu. Tak selang
kemudian bel masuk berbunyi,satu persatu murid memasuki kelasnya masing masing
tak luput juga akane,rin,ran,dan kei yang sudah berada dikelas masing masing.
“kapan kau akan berubah yuna?” gumam rin dalam diam
seraya memandang langit yang ada diluar jendela “kami disini menunggu lama agar
kau cepat keluar dari dunia gelap itu,jadi cepat lah keluar”.
bersambung
please coment or review :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar