Kamis, 11 Juni 2015

BAB.2 story

BAB 2. STORY

          Ku langkahkan kaki ku kearah sebuah rumah yang bernuansa biru langit yang berukuran tak kecil dan tidak juga megah tapi lumayan besar menurutku.
“bagaimana yuna rumah baru mu?” ucap rin seraya berjalan disampingku
“bukan rumah ku melainkan rumah mu” jawabku seraya melihat papan nama pada plat nama keluarga “kanzaki”  yang terpajang disamping pagar rumah yang berwarna hitam.
“h’ai h’ai” jawab rin tak mau memperpanjang masalah,dibukanya pagar yang membatasi jalan kami dengan rumah itu. Ku ikuti langkah kaki rin dari belakang yang sedang berusaha membuka kenop pintu rumahnya “tadaima (aku pulang)” ucap rin semangat.
“okaeri (selamat datang)” ucap seseorang dari dalam rumah. Tunggu suara seseorang? Kaki ku yang awalnya melangkah masuk kearah rumah terhenti diambang pintu ketika melihat siapa saja orang orang yang sudah berdiri di depan pintu rumah.
“kenapa kalian berdua ada disini?” Tanya ku dengan wajah yang tak senang
“are..are…kau tak tahu yuna-chan? Bahwa aku dan ran memang tinggal disini” jlep…lenyap seketikalah pikiran ku tentang kententraman yang ingin ku dapat.
“apa kakek tak memberitahumu yuna?” Tanya rin seraya mengambil tas ku yang ku genggam.
“hahah jangan bilang kau tak tahu apa apa yuna” sahut orang paling menjengkelkan yang pernah ada siapa lagi kalau bukan ran haizawa yang sedang santainya duduk diruang keluarga yang tak jauh dari pintu masuk.
“aku benar benar ditipu oleh kakek sialan itu” desisku pelan. Kesal? Oh pasti bagaimana tidak tinggal dan dekat dengan satu orang makhluk berisik seperti rin saja sudah membuat ku gila apa lagi harus tinggal dengan 3 makhluk paling berisik seperti akane dan makhluk paling menjengkelkan seperti ran,oh ayolah apalagi hal yang lebih buruk dari tinggal bersama mereka.
“ran antar yuna kekamarnya” ucap rin seraya memberikan tas ku yang dipegangnya yang kemudian segera diambil ran “yuna mau sampai kapan kau berdiri disana cepat masuk” ucap ran yang segera ku turuti. Ku buka sepatu dan kuletakkan didalam rak sepatu yang telah disediakan kemudian ku kenakan sandal rumah yang sudah sengaja disiapkan dan segera berjalan mengikuti ran dari belakang.
“ini benar benar buruk” gumam ku pelan,sedangkan makhluk yang sedang berjalan didepan ku ini malah terkekeh pelan menertawai kekesalanku.
            Jam menunjukkan pukul 07.30 malam,ku alihkan pandanganku yang awalnya menatap jam dinding yang terpajang didinding kamarku kearah jendela yang sengaja ku buka agar angin malam kota Kyoto ini bisa kurasakan. Sayup sayup terdengar suara rin dan akane sedang berdebat. “seperti biasa selalu berisik,tak pernah berubah” gumamku pada diri sendiri. Ku langkahkan kaki ku berjalan kearah balkon didepan jendela kamar ku,ku rasakan hembusan angin malam kota Kyoto yang mulai masuk kerongga hidungku. Ku pandangi pemandangan kota Kyoto pada malam hari dari balkon kamar ku.
“sepertinya kau menikmati suasana disini ya yuna” tanpa ku sadari rin yang awalnya berada di lantai satu tempat akane dan ran berkumpul sudah berada di belakangku menunggu respon jawaban dari ku. Mendengar suara yang tiba tiba masuk ke dalam indra pendengaranku seketika ku balikkan tubuh ku kearah sumber suara “apa aku mengagetkanmu yuna?” Tanya rin berjalan mendekatiku yang sedang berdiri dibalkon kamarku.
“seharusnya kau mengetuk pintu dulu rin,mana sopan santunmu? Ini kamar seorang perempuan kau tau” jawabku seraya menatap rin dengan datarnya yang berjalan kearahku. Kusandarkan tubuhku ke pagar penyangga yang dipasang mengitari balkon kamarku.
“gomen gomen,habisnya kalau ku masuk tiba tiba kekamarmu mungkin aku dapat melihat kau sedang ganti baju dan bisa mendengar kau berteriak seperti  kyaaaa atau hyaaaa layaknya seseorang perempuan” ucap rin seraya memperagakan gaya ala seoarng gadis yang sedang dilihat saat sedang ganti baju.
“kono hentai (dasar mesum)”
“hidoi ne yuna-chan”
“jadi,gara gara apa kalian ribut? Ran yang mengejek akane yang tak bisa memasak atau akane yang marah gara gara ran dan kau lebih jago memasak dari pada dia?”
“haha seperti biasa analisismu selalu tepat yuna”
“ya ampun,biar ku tebak pasti setiap sebelum makan malam kalian akan berkelahi dulu”
“haha ya begitulah,jadi bagaimana?”
“ha?”
“suasana kamar baru mu,aku sengaja menyediakan kamar dilantai dua ini untukmu”
“yaa…bisa ku katakan disini nyaman” ku alihkan pandanganku yang awalnya menatap rin,ku alihkan memandang pemandangan kota “tapi aku tak mengira keluarga kita punya rumah tetap disini,kau tahu kalau ada pun itu hanya villa ataupun rumah musim panas”
“yaaa,saat aku dipindahkan kesini,kakek langsung membelikanku rumah”
“heee souka (oo begitu)”
“bertanya kenapa rumahnya bergaya jepang bukan bergaya eropa?” seperti bisa membaca fikiran,ku alihkan mataku dari rin menahan malu karna pikiranku bisa ditebak dengan mudah oleh rin “aku tak terlalu suka rumah dengan gaya eropa seperti rumah kita ditokyo entah kenapa aku merasa rumah seperti itu terlalu megah dan besar untuk ditinggali ku sendiri,karna itu aku lebih suka rumah bergaya jepang. Selain nyaman pas dengan ku” jelas rin panjang lebar.
“hooo” ucapku seadanya. Sunyi,tidak ada dari kami berdua yang berani memulai percakapan. Sedang asik asiknya memandang lampu lampu yang terpancar dari kendaraan dikota,tiba tiba sepasang tangan tegap manarik tubuh ku dalam satu tarikan kedalam pelukannya,dapat ku rasakan tubuh yang memelukku ku itu sedikit bergetar entah karna senang atau ketakutan. “kenapa?” Tanya ku datar
“syukurlah” ucap rin masih memelukku
“ha?”
“syukurlah kau masih di izinkan keluar seperti ini,syukurlah aku masih bisa bertemu denganmu,syukurlah” tanpa terasa tubuh tegap itu menangis. Orang yang selalu menjadi orang yang paling menjengkelkan namun slalu melindungiku,orang yang slalu menjadi orang yang berisik namun ia juga slalu menjadi orang yang paling menyayangiku,dan kini orang tersebut menangis,menangis dalam dekapanku.
“rin?” ucapku melembutkan suaraku seraya mengusap lembut punggung besarnya itu
“aku minta maaf yuna,maafkan aku. Waktu itu aku tak menghalangi kakek,kau melindungiku dan kau yang mendapatkan hukumannya,maaf kan aku yuna. Ku kira kau membenci ku,gomen” ku rasakan dekapannya semakin erat seakan aku adalah sebuah harta yang paling berharga untuknya dan takut akan kehilangan harta tersebut. Ku biarkan dia menangis dalam pelukanku,tak perduli akan bahu ku yang mulai basah karna air matanya. Ku usap lembut punggung rin berusaha menenangkannya, tak lama dekapannya mulai longgar dari tubuhku. Ku lepaskan tubuhku dari dekapan rin,ku tatap matanya yang memerah,ku hapus air matanya yang masih menggantung disudut matanya dengan tanganku.
“kau tak perlu minta maaf rin,aku melakukan semua itu karna aku mau,lagian aku memang sudah terbiasa mendapat hukuman dari kakek sialan itu,dan lagi perlu kau ketahui aku memang membencimu,tapi bukan dalam arti sebenarnya,jadi kau tak perlu khawatir”

“aah wakatta (aku mengerti) arigatou ne yuna” ucap rin seraya mengusap kepala ku lembut “karna sudah masuk dalam keluarga kami arigatou”.
             Ku langkahkan kaki ku mendekati meja makan yang sekarang sudah diisi berbagai macam makanan. Mencari tempat duduk yang menurutku pas dan segera mendudukinya.
“jadi akane-san apakah kau juga ikut membantu dalam hal memasak makanan makan malam ini?” ucapku seraya menunjuk kearah makanan yang tersedia
“aku hanya ikut membantu memasak telur gulungnya saja” ucap akane seraya menunjukkan telur gulung hasil karyanya. Bisa dilihat bentuk telur itu yang benar benar tak pantas lagi disebut sebagai telur gulung.
“yosh,kalau begitu…rin” panggilku
“ha’I ?” ku ambil telur gulung yang terdapat dipiring yang sedang dipegang akane
“rin,cepat bawa telur ini dan bakar beserta piring piringnya”
“roger yuna-chan” yang segera dikerjakan oleh rin,terlihat raut wajah akane yang terkejut. Pandangan yang awalnya menatap nanar kepergian rin segera dialihkannya kearah ku dengan pandangan memelas.
“jangan menatapku seperti itu akane-san,lagian aku melakukan ini demi kepentingan bersama, aku tak mau ada korban jiwa bila memakan racun yang kau sebut makanan itu” ucapku seraya menyantap nasi yang sudah disediakan untukku
“hidoi nee yuna-chuaaan” ucap akane menangis buaya
“ya ampun” gumam ku dalam hati.
              Setelah merasa perut ku sudah terisi ku langkahkan kaki menuju kamarku yang berada dilantai dua,dalam perjalananku menuju kamar masih saja ku mendengar suara akane dan rin yang sedang bertengkar gara gara telur gulungnya dibuang rin.
“berisik” gumamku pelan. sesampai didepan pintu kamar ku buka kenop pintu itu dengan pelan dan menutup kembali pintu kamarku ketika aku sudah berada didalamnya. Ku pandangi pemandangan yang sangat janggal ketika ku melihat apa saja yang ada didalam kamarku. Ku tatap datar makhluk yang sedang asiknya membaca koleksi buku ku yang sudah ku tata dengan rapi kini sudah ada ditangan makhluk itu. “kenapa kau ada disini baka? Bukannya kamarmu ada disebelah?”
“ yuna kanzaki,atau lebih tepatnya yuna tomio,masuk dan diadopsi oleh ayahnya rin kanzaki ketika berumur 5 tahun sebagai anaknya,mulai memakai marga kanzaki berumur 12 tahun ketika ayahnya nuzuma tomio divonis hukuman mati karna terlibat dalam kasus pembunuhan berantai dan terlibat sebagai anggota pembunuh bayaran propesional,ibunya bernama kazuna tomio meninggal karena dibunuh oleh nuzuma sang suami. Bersekolah di sekolah khusus penyidik menengah pertama,setelah lulus melanjutkan ke sekolah khusus penyidik menengah atas,namun pada tahun pertama terjerat dalam kasus pembunuhan seorang saksi dalam sebuah kasus dan dijebloskan ke penjara.ditahan Selama 2 bulan dan dipindahkan ke sekolah elit khusus perempuan st. rullilia,apa aku benar yuna kanzaki-chan?”
“heh,seperti biasa aku slalu bertemu seorang database yang menyebalkan,sampai sampai tahu dengan informasi yang sudah sengaja disembunyikan dari public oleh kakekku,tak salah kau slalu dibanggakan sekolah khusus database ran haizawa”
“namun pada satu titik tentang kasus pembunuhan saksi terjadi kesalah pahaman,ternyata seorang saksi tersebut merupakan pelaku yang berkedok sebagai saksi untuk menutupi kesalahannya,akibatnya rin haizaki yang saat itu terlibat dalam kasus itu segera membunuh saksi tersebut dengan benda tumpul. Kematian saksi tersebut disebabkan karna yuna kanzaki yang ikut dalam kasus itu hampir dibunuh oleh sang saksi,melihat kejadian itu rin kanzaki tanpa pikir panjang segera memukul saksi tersebut dengan benda tumpul menyebabkan sang saksi meninggal dalam perjalanan kerumah sakit. Untuk membersihkan nama rin kanzaki,kau mengaku bahwa kau yang membunuh saksi tersebut dan mengundurkan diri dari sekolahmu dan di masukkan ke st. rulillia” mendengar pernyataan yang disampaikan ran aku hanya bisa terdiam.
“aku mengetahuinya dari rin,data tersebut tidak akan bisa ku dapatkan walau ku membobol data data informasi dari pihak kepolisian”
“cih,seperti biasa rin terlalu banyak bicara” desisku kesal.
“walaupun seorang database tidak dapat menyimpulkan sebuah kasus seperti yang dilakukan oleh penyidik namun dalam sebuah kasus seorang database selalu dibutuhkan oleh penyidik,jadi jangan perah meremehkanku yuna” ucapnya seraya berjalan kearahku dengan senyuman arogan kebanggaannya itu “jadi,bisakah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi secara detail kepada tunanganmu ini yuna-chan? Kau tahu aku ini orangnya memiliki rasa penasaran yang tinggi” ku alihkan pandanganku untuk menghindari tatapan matanya seakan mengatakan ceritakan semuanya padaku yuna.
“itu bukan urusanmu haizawa-san”
“are…jadi kau menolak menceritakannya padaku, hmmmm….baiklah” dan sedetik kemudian tiba tiba sesuatu yang lembut mendarat begitu saja dihidungku,yang ku ketahui adalah kini si baka ini sedang mencium ku…lagi.
“apa yang kau lakukan aho” ucapku dengan muka yang sudah merah karna malu dan mundur menjauh beberapa langkah dari tempatku berdiri tadi
“haha,bagaimana yuna-chan? Lebih suka menceritakannya padaku atau kau lebih suka dicium?” terlihat seringai kemenangan sudah tercetak diwajah ran
“cih,kuso. Wakatta wakatta akan ku ceritakan,dan berhenti menciumku hentai.” Ucapku kesal seraya berjalan kearah balkon kamarku.
“haha..ha’I ha’I” ucapnya seraya mengikutiku dari belakang “o hime-sama”.
               “jadi,bisa kah kau menceritakan semuanya yuna-chan?” ucap ran yang sedang bersandar dipagar penyangga dengan memandang kearah ku “dan kenapa kau berdiri menjauh dari ku seperti ini?”
“ak..aku hanya tak mau kejadian yang tak terduga menimpa ku lagi” jawab ku yang sekarang berdiri menjauh dari ran.
“kau pikir aku ini apa?” ucap ran dengan nada tak senang
“database hentai berwujud manusia yang sebenarnya jelmaan para oni,yang akan mencium siapa saja”.
“ku harap kau mati yuna” terlihat perempatan kesal muncul didahi ran.tapi sedetik kemudian tatapan ran melembut pada ku “hah…kemarilah..bagaimana kau mau bercerita kalau kau berdiri sejauh itu,dan tenang saja aku takkan berbuat macam macam” ucap ran meyakinkan ku,ku langkah kan kaki ku agak ragu perlahan tapi pasti.
“bisakah kau ceritakan ada apa antara kau,keluarga kanzaki,dan rin”
“haah kenapa kau ingin tahu sekali haizawa-san?”
“karna kau tunanganku”
“pertunangan itu hanya usaha formal untuk menyatukan dua perusahaan,lagian kalau dilihat ini hanyalah sekedar status. Jadi aku tidak punya hak untuk menceritakan kehidupan pribadiku pada anda haizawa-san”
“yuna-chan… boleh aku bertanya? Kenapa kau tidak menolak pertunangan ini? Kalau kau berfikir seperti itu lebih baik kau batalkan saja pertunangannya”
“itu usaha yang merepotkan,lagi pula pertunangan ini tak terlalu merugikan ku,selama aku tak merasa rugi walau tak menguntungkan bagi ku tak masalah,yang terpenting aku tak terlibat masalah karna menentang pertunangan. Kenapa harus melakukan hal hal yang merepotkan kalau ada acara untuk tidak terlibat dalam hal hal yang merepotkan?”
“heee apa kau tidak mempunyai pacar atau teman yang menghalangi mu saat pindah kesini?”
“tidak ada…”
“haaah sudah ku duga putri kanzaki ini mana mau berteman dengan orang yang tidak setara dengannya.
“bukan aku yang tak ingin berteman dengan mereka,tetapi mereka yang tak mau berteman dengan ku,menyandang nama marga kanzaki kau tahu seberapa banyak pembullyan yang terjadi? Mendapat perhatian dari rin yang merupakan orang yang paling dikagumi dan diidolai diseluruh sekolah,tidak hanya pintar tetapi juga tampan dan baik kau tahu seberapa banyak perempuan perempuan itu yang menbenciku? Para lelaki yang memandangku aneh karna memiliki warna rambut yang berbeda dari rin dan seluruh keluarga kanzaki,dan berakhir dengan rambutku yang diwarnai karna usulan kakek. Hanya akane dan rin yang mau dekat dekat denganku, kau kira apa lagi yang lebih buruk dari itu? Lebih baik tak punya bukannya itu lebih baik?”
“lalu bagaimana dengan kei? Bukannya kalian pernah berteman?”
“aah maksudmu kitagawa-san? Ya mungkin pernah tapi entahlah” pandanganku yang dari tadi menatap ran ku alihkan kearah jalanan bermaksud megingat kembali hal hal yang telah terjadi.
“kau menyukainya kan? Kei?” skakmate seperti bisa membaca pikiran orang lain kutatap mata itu seraya tersenyum kecil.
“mungkin iya mungkin tidak” jawabku sekenanya,dan sekarang ran yang menatapku dengan tatapan dinginnya.
“yuna-chan apa kau tahu apa itu monochrome?”
“dunia dimana yang bisa kita lihat hanya kegelapan warna hitam dan putih,dunia itu bisa runtuh bila kita menemukan seseorang yang dapat mebuat kita berharap kepadanya dengan kata lain itu namanya jatuh cinta.”
“sekarang bagimu dunia ini terlihat seperti apa?”
“bagiku? Mungkin terlihat seperti dalam film lama yang tak berwarna yang hanya terlihat berwarna hitam putih,dan tidak mempunyai suatu ketertarikan”
“apa kau pernah jatuh cinta? Ku dengar bila seseorang yang jatuh cinta saat dia melihat dunia dia akan melihat dunia penuh dengan warna bunga sakura dan merasa dia benar benar bersyukur karna dilahirkan”
“tidak pernah,karna itu merepotkan”
“trus bagaimana dengan kei? Kau pernah merasakan perasaan seperti itu saat bersamanya?”
“mungkin pernah. Tapi untuk apa mengingat sesuatu yang tak penting itu benar benar merepotkan”
“heee..benarkah?” seraya melangkah menjauh ku dan menuju pintu keluar entah kenapa aku merasa punggung itu terlihat seperti punggung seseorang yang sedang menahan kekecewaan. “yuna…ah boleh aku memanggilmu seperti itu?”
“terserah,lakukan sesukamu saja”
“ne,,,yuna” ucapnya seraya memegang kenop pintu “kau tahu kenapa aku tak membatalkan pertunangan ini?”
“kenapa?”
“karna aku selalu penasaran dengan sesosok perempuan yang bisa membuat kei terkesima dan bisa membuat kei jatuh cinta pada seseorang,penasaran dengan sosok yang bisa membuat rin gelisah saat memkirkan bagaimana keadaannya,dan juga penasaran pada sosok yang dapat membuat akane untuk pertama kalinya bercerita panjang lebar dari biasanya tentang adiknya rin,asal kau tahu disini banyak yang mengkhawatirkan dirimu,karna itu kuharap kau tidak jatuh makin dalam. Walaupun aku tak menyukaimu tetapi tetaplah bersamaku karna aku merasa suatu saat kau akan menjadi seseorang yang paling berharga dalam hidupku,yuna”dan segera menutup pintu kamarku ketika dia sudah berada diluar kamar. Ku pandangi pintu yang menjadi akses jalan keluar ran tadi “suatu saat kah,heh”.
                    Jam menunjukkan pukul 10 A.M, pelajaran pertama hampir selesai namun sampai sekarang keberadaan ran masih belum diketahui, ku pandangi kurosaki-sensei dengan malas, “aaah lihatlah betapa banyak nya para gadis dikelas ini yang mengaguminya” gumamku pada diri sendiri seraya melihat kearah para siswi siswi yang memandangi kurosaki-sensei dengan tatapan memuja. Tak ambil pusing ku tidurkan kepalaku diatas meja dan mulai memejamkan mata. Baru beberapa menit ku pejamkan mata bel pergantian jam sudah berbunyi, ku angkat kepalaku ketika mendengar suara seorang gadis tiba tiba berbicara denganku.
“anu…summimasen ano..apakah ran-chan tidak masuk hari ini?” ku pandangi gadis yang sedang berbicara denganku ini satu kata yang dapat ku ucapkan.
“kawai (manisnya bisa juga diartikan sebagai cantik)” bagaimana bisa makhluk secantik dan semanis ini ada dihadapan ku dengan rambut pirang ikal panjang,tubuh bak model mata bulat dengan bola mata yang indah,kulit bak porselen,dan bibir yang mungil menambah kesan cantik baginya, ku kerjap kerjapkan mataku ketika tangan nya itu berada didepan mukaku “ ah are? Gomen doushite (ada apa)?”
“ah iie (ah tidak) anu sono apakah kau melihat ran haizawa? Aku sedang mencarinya”
“tidak..” jawabku singkat
“ah souka” ucapnya dengan tampang kecewa,ku pandangi gadis yang ada didepan ku ini dengan tatapan datar seperti biasanya menyadari sedang dipandangi seketika gadis itu langsung menggenggam tanganku yang ku letakkan diatas meja. “anu apakah kau…yuna kanzaki-san?” terkejut dengan sikap tiba tiba gadis yang ada didepan ku ini ku anggungkan kepalaku pelan berusaha menutupi keterkejutanku “aah yokatta (syukurlah) ternyata aku tak salah orang kau tunangannya ran-chan kan? perkenalkan namaku hikari,hikari kurosaki aku adiknya kurosaki sensei,”
“apaaa? Kanzaki-san tunangannya haizawa?” ucap seorang gadis yang berdiri tak jauh dari kami. Sayup sayup terdengar bisik bisik dari para siswa perempuan di kelas.
“heee…apa apaan ini? Kenapa dia? Curaang…”
“benar benar padahal hikari-san lebih cantik darinya kenapa bukan hikari-san saja”
“Cuma gara gara dia dari keluarga kanzaki,dia fikir dia hebat”
“hee kalian tak tahu..katanya di anak adopsi keluarga kanzaki..”
“benarkah? Haha menjijikkan”. Ku tatap datar wajah yang sedang berada didepan ku ini “bagus…sudah sekuat tenaga ku ancam akane dan rin untuk tak memberitahu siapapun soal pertunangan ini,dan gadis ini malah membocorkannya..” gumamku dalam hati.
“aaah aku lupa…seharusnya aku tak membicarakannya keras keras…gomen ne kanzaki-san” ucapnya seraya membungkkukkan tubuhnya
“dan kau baru sadar sekarang? Sebenarnya seberapa bodoh gadis ini..minta maaf pun percuma baka”desisku pelan agar tak terdengar oleh gadis yang ada didepanku ini “jadi..kau kesini ingin mencari haizawa..etto kurosaki-san?”
“arara..panggil hikari saja. Iie sebenarnya aku kesini ingin memastikan mana yang namanya yuna”
“hoo” ucapku seraya memandanginya bosan.
“anu…” dan seketika gadis ini membungkukkan tubuhnya..lagi “kanzaki-san aku mohon jadilah temanku” ucapnya seraya berteriak keras.
“ha?”
“iya..kumohon jadilah temanku..aku ingin menjadi teman dekat bahkan sahabatmu”. Ku tatap gadis ini lekat lekat “anak ini gila” gumamku
“aku benar benar ingin berteman denganmu kanzaki-san..aku kesulitan dalam mencari teman karna itu aku mohon jadilah temanku” terdengar sayup sayup suara para siswi dikelas yang tak rela hikari berteman denganku.
“jangan berbohong kurosaki-san..lihat betapa banyaknya penggemarmu yang  berkicau tak inginnya mereka kau berteman denganku”
“iie…sono..aku benar benar ingin berteman denganmu kanzaki-san aku mohon” ucapnya masih dalam sikap membungkukkan tubuhnya. Tak tahan dengan tingkah kurosaki ku langkahkan kaki ku menuju pintu masuk kelas
“terserah mu saja”. Mendengar ucapanku terlihat kilauan diwajah nya dan mengembanglah senyuman manisnya itu.
“anu kalau begitu boleh aku memanggilmu yuna-chan?”
“lakukan seseukamu saja” ucap ku seraya meninggalkan dia dan menjauh dari kelas.terdengar sayup sayup ucapan terima kasih yang dilontarkan gadis itu berkali kali  “haaaah”




                                                                        bersambung
please coment or review :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar