Kamis, 11 Juni 2015

BAB.2 story

BAB 2. STORY

          Ku langkahkan kaki ku kearah sebuah rumah yang bernuansa biru langit yang berukuran tak kecil dan tidak juga megah tapi lumayan besar menurutku.
“bagaimana yuna rumah baru mu?” ucap rin seraya berjalan disampingku
“bukan rumah ku melainkan rumah mu” jawabku seraya melihat papan nama pada plat nama keluarga “kanzaki”  yang terpajang disamping pagar rumah yang berwarna hitam.
“h’ai h’ai” jawab rin tak mau memperpanjang masalah,dibukanya pagar yang membatasi jalan kami dengan rumah itu. Ku ikuti langkah kaki rin dari belakang yang sedang berusaha membuka kenop pintu rumahnya “tadaima (aku pulang)” ucap rin semangat.
“okaeri (selamat datang)” ucap seseorang dari dalam rumah. Tunggu suara seseorang? Kaki ku yang awalnya melangkah masuk kearah rumah terhenti diambang pintu ketika melihat siapa saja orang orang yang sudah berdiri di depan pintu rumah.
“kenapa kalian berdua ada disini?” Tanya ku dengan wajah yang tak senang
“are..are…kau tak tahu yuna-chan? Bahwa aku dan ran memang tinggal disini” jlep…lenyap seketikalah pikiran ku tentang kententraman yang ingin ku dapat.
“apa kakek tak memberitahumu yuna?” Tanya rin seraya mengambil tas ku yang ku genggam.
“hahah jangan bilang kau tak tahu apa apa yuna” sahut orang paling menjengkelkan yang pernah ada siapa lagi kalau bukan ran haizawa yang sedang santainya duduk diruang keluarga yang tak jauh dari pintu masuk.
“aku benar benar ditipu oleh kakek sialan itu” desisku pelan. Kesal? Oh pasti bagaimana tidak tinggal dan dekat dengan satu orang makhluk berisik seperti rin saja sudah membuat ku gila apa lagi harus tinggal dengan 3 makhluk paling berisik seperti akane dan makhluk paling menjengkelkan seperti ran,oh ayolah apalagi hal yang lebih buruk dari tinggal bersama mereka.
“ran antar yuna kekamarnya” ucap rin seraya memberikan tas ku yang dipegangnya yang kemudian segera diambil ran “yuna mau sampai kapan kau berdiri disana cepat masuk” ucap ran yang segera ku turuti. Ku buka sepatu dan kuletakkan didalam rak sepatu yang telah disediakan kemudian ku kenakan sandal rumah yang sudah sengaja disiapkan dan segera berjalan mengikuti ran dari belakang.
“ini benar benar buruk” gumam ku pelan,sedangkan makhluk yang sedang berjalan didepan ku ini malah terkekeh pelan menertawai kekesalanku.
            Jam menunjukkan pukul 07.30 malam,ku alihkan pandanganku yang awalnya menatap jam dinding yang terpajang didinding kamarku kearah jendela yang sengaja ku buka agar angin malam kota Kyoto ini bisa kurasakan. Sayup sayup terdengar suara rin dan akane sedang berdebat. “seperti biasa selalu berisik,tak pernah berubah” gumamku pada diri sendiri. Ku langkahkan kaki ku berjalan kearah balkon didepan jendela kamar ku,ku rasakan hembusan angin malam kota Kyoto yang mulai masuk kerongga hidungku. Ku pandangi pemandangan kota Kyoto pada malam hari dari balkon kamar ku.
“sepertinya kau menikmati suasana disini ya yuna” tanpa ku sadari rin yang awalnya berada di lantai satu tempat akane dan ran berkumpul sudah berada di belakangku menunggu respon jawaban dari ku. Mendengar suara yang tiba tiba masuk ke dalam indra pendengaranku seketika ku balikkan tubuh ku kearah sumber suara “apa aku mengagetkanmu yuna?” Tanya rin berjalan mendekatiku yang sedang berdiri dibalkon kamarku.
“seharusnya kau mengetuk pintu dulu rin,mana sopan santunmu? Ini kamar seorang perempuan kau tau” jawabku seraya menatap rin dengan datarnya yang berjalan kearahku. Kusandarkan tubuhku ke pagar penyangga yang dipasang mengitari balkon kamarku.
“gomen gomen,habisnya kalau ku masuk tiba tiba kekamarmu mungkin aku dapat melihat kau sedang ganti baju dan bisa mendengar kau berteriak seperti  kyaaaa atau hyaaaa layaknya seseorang perempuan” ucap rin seraya memperagakan gaya ala seoarng gadis yang sedang dilihat saat sedang ganti baju.
“kono hentai (dasar mesum)”
“hidoi ne yuna-chan”
“jadi,gara gara apa kalian ribut? Ran yang mengejek akane yang tak bisa memasak atau akane yang marah gara gara ran dan kau lebih jago memasak dari pada dia?”
“haha seperti biasa analisismu selalu tepat yuna”
“ya ampun,biar ku tebak pasti setiap sebelum makan malam kalian akan berkelahi dulu”
“haha ya begitulah,jadi bagaimana?”
“ha?”
“suasana kamar baru mu,aku sengaja menyediakan kamar dilantai dua ini untukmu”
“yaa…bisa ku katakan disini nyaman” ku alihkan pandanganku yang awalnya menatap rin,ku alihkan memandang pemandangan kota “tapi aku tak mengira keluarga kita punya rumah tetap disini,kau tahu kalau ada pun itu hanya villa ataupun rumah musim panas”
“yaaa,saat aku dipindahkan kesini,kakek langsung membelikanku rumah”
“heee souka (oo begitu)”
“bertanya kenapa rumahnya bergaya jepang bukan bergaya eropa?” seperti bisa membaca fikiran,ku alihkan mataku dari rin menahan malu karna pikiranku bisa ditebak dengan mudah oleh rin “aku tak terlalu suka rumah dengan gaya eropa seperti rumah kita ditokyo entah kenapa aku merasa rumah seperti itu terlalu megah dan besar untuk ditinggali ku sendiri,karna itu aku lebih suka rumah bergaya jepang. Selain nyaman pas dengan ku” jelas rin panjang lebar.
“hooo” ucapku seadanya. Sunyi,tidak ada dari kami berdua yang berani memulai percakapan. Sedang asik asiknya memandang lampu lampu yang terpancar dari kendaraan dikota,tiba tiba sepasang tangan tegap manarik tubuh ku dalam satu tarikan kedalam pelukannya,dapat ku rasakan tubuh yang memelukku ku itu sedikit bergetar entah karna senang atau ketakutan. “kenapa?” Tanya ku datar
“syukurlah” ucap rin masih memelukku
“ha?”
“syukurlah kau masih di izinkan keluar seperti ini,syukurlah aku masih bisa bertemu denganmu,syukurlah” tanpa terasa tubuh tegap itu menangis. Orang yang selalu menjadi orang yang paling menjengkelkan namun slalu melindungiku,orang yang slalu menjadi orang yang berisik namun ia juga slalu menjadi orang yang paling menyayangiku,dan kini orang tersebut menangis,menangis dalam dekapanku.
“rin?” ucapku melembutkan suaraku seraya mengusap lembut punggung besarnya itu
“aku minta maaf yuna,maafkan aku. Waktu itu aku tak menghalangi kakek,kau melindungiku dan kau yang mendapatkan hukumannya,maaf kan aku yuna. Ku kira kau membenci ku,gomen” ku rasakan dekapannya semakin erat seakan aku adalah sebuah harta yang paling berharga untuknya dan takut akan kehilangan harta tersebut. Ku biarkan dia menangis dalam pelukanku,tak perduli akan bahu ku yang mulai basah karna air matanya. Ku usap lembut punggung rin berusaha menenangkannya, tak lama dekapannya mulai longgar dari tubuhku. Ku lepaskan tubuhku dari dekapan rin,ku tatap matanya yang memerah,ku hapus air matanya yang masih menggantung disudut matanya dengan tanganku.
“kau tak perlu minta maaf rin,aku melakukan semua itu karna aku mau,lagian aku memang sudah terbiasa mendapat hukuman dari kakek sialan itu,dan lagi perlu kau ketahui aku memang membencimu,tapi bukan dalam arti sebenarnya,jadi kau tak perlu khawatir”

“aah wakatta (aku mengerti) arigatou ne yuna” ucap rin seraya mengusap kepala ku lembut “karna sudah masuk dalam keluarga kami arigatou”.
             Ku langkahkan kaki ku mendekati meja makan yang sekarang sudah diisi berbagai macam makanan. Mencari tempat duduk yang menurutku pas dan segera mendudukinya.
“jadi akane-san apakah kau juga ikut membantu dalam hal memasak makanan makan malam ini?” ucapku seraya menunjuk kearah makanan yang tersedia
“aku hanya ikut membantu memasak telur gulungnya saja” ucap akane seraya menunjukkan telur gulung hasil karyanya. Bisa dilihat bentuk telur itu yang benar benar tak pantas lagi disebut sebagai telur gulung.
“yosh,kalau begitu…rin” panggilku
“ha’I ?” ku ambil telur gulung yang terdapat dipiring yang sedang dipegang akane
“rin,cepat bawa telur ini dan bakar beserta piring piringnya”
“roger yuna-chan” yang segera dikerjakan oleh rin,terlihat raut wajah akane yang terkejut. Pandangan yang awalnya menatap nanar kepergian rin segera dialihkannya kearah ku dengan pandangan memelas.
“jangan menatapku seperti itu akane-san,lagian aku melakukan ini demi kepentingan bersama, aku tak mau ada korban jiwa bila memakan racun yang kau sebut makanan itu” ucapku seraya menyantap nasi yang sudah disediakan untukku
“hidoi nee yuna-chuaaan” ucap akane menangis buaya
“ya ampun” gumam ku dalam hati.
              Setelah merasa perut ku sudah terisi ku langkahkan kaki menuju kamarku yang berada dilantai dua,dalam perjalananku menuju kamar masih saja ku mendengar suara akane dan rin yang sedang bertengkar gara gara telur gulungnya dibuang rin.
“berisik” gumamku pelan. sesampai didepan pintu kamar ku buka kenop pintu itu dengan pelan dan menutup kembali pintu kamarku ketika aku sudah berada didalamnya. Ku pandangi pemandangan yang sangat janggal ketika ku melihat apa saja yang ada didalam kamarku. Ku tatap datar makhluk yang sedang asiknya membaca koleksi buku ku yang sudah ku tata dengan rapi kini sudah ada ditangan makhluk itu. “kenapa kau ada disini baka? Bukannya kamarmu ada disebelah?”
“ yuna kanzaki,atau lebih tepatnya yuna tomio,masuk dan diadopsi oleh ayahnya rin kanzaki ketika berumur 5 tahun sebagai anaknya,mulai memakai marga kanzaki berumur 12 tahun ketika ayahnya nuzuma tomio divonis hukuman mati karna terlibat dalam kasus pembunuhan berantai dan terlibat sebagai anggota pembunuh bayaran propesional,ibunya bernama kazuna tomio meninggal karena dibunuh oleh nuzuma sang suami. Bersekolah di sekolah khusus penyidik menengah pertama,setelah lulus melanjutkan ke sekolah khusus penyidik menengah atas,namun pada tahun pertama terjerat dalam kasus pembunuhan seorang saksi dalam sebuah kasus dan dijebloskan ke penjara.ditahan Selama 2 bulan dan dipindahkan ke sekolah elit khusus perempuan st. rullilia,apa aku benar yuna kanzaki-chan?”
“heh,seperti biasa aku slalu bertemu seorang database yang menyebalkan,sampai sampai tahu dengan informasi yang sudah sengaja disembunyikan dari public oleh kakekku,tak salah kau slalu dibanggakan sekolah khusus database ran haizawa”
“namun pada satu titik tentang kasus pembunuhan saksi terjadi kesalah pahaman,ternyata seorang saksi tersebut merupakan pelaku yang berkedok sebagai saksi untuk menutupi kesalahannya,akibatnya rin haizaki yang saat itu terlibat dalam kasus itu segera membunuh saksi tersebut dengan benda tumpul. Kematian saksi tersebut disebabkan karna yuna kanzaki yang ikut dalam kasus itu hampir dibunuh oleh sang saksi,melihat kejadian itu rin kanzaki tanpa pikir panjang segera memukul saksi tersebut dengan benda tumpul menyebabkan sang saksi meninggal dalam perjalanan kerumah sakit. Untuk membersihkan nama rin kanzaki,kau mengaku bahwa kau yang membunuh saksi tersebut dan mengundurkan diri dari sekolahmu dan di masukkan ke st. rulillia” mendengar pernyataan yang disampaikan ran aku hanya bisa terdiam.
“aku mengetahuinya dari rin,data tersebut tidak akan bisa ku dapatkan walau ku membobol data data informasi dari pihak kepolisian”
“cih,seperti biasa rin terlalu banyak bicara” desisku kesal.
“walaupun seorang database tidak dapat menyimpulkan sebuah kasus seperti yang dilakukan oleh penyidik namun dalam sebuah kasus seorang database selalu dibutuhkan oleh penyidik,jadi jangan perah meremehkanku yuna” ucapnya seraya berjalan kearahku dengan senyuman arogan kebanggaannya itu “jadi,bisakah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi secara detail kepada tunanganmu ini yuna-chan? Kau tahu aku ini orangnya memiliki rasa penasaran yang tinggi” ku alihkan pandanganku untuk menghindari tatapan matanya seakan mengatakan ceritakan semuanya padaku yuna.
“itu bukan urusanmu haizawa-san”
“are…jadi kau menolak menceritakannya padaku, hmmmm….baiklah” dan sedetik kemudian tiba tiba sesuatu yang lembut mendarat begitu saja dihidungku,yang ku ketahui adalah kini si baka ini sedang mencium ku…lagi.
“apa yang kau lakukan aho” ucapku dengan muka yang sudah merah karna malu dan mundur menjauh beberapa langkah dari tempatku berdiri tadi
“haha,bagaimana yuna-chan? Lebih suka menceritakannya padaku atau kau lebih suka dicium?” terlihat seringai kemenangan sudah tercetak diwajah ran
“cih,kuso. Wakatta wakatta akan ku ceritakan,dan berhenti menciumku hentai.” Ucapku kesal seraya berjalan kearah balkon kamarku.
“haha..ha’I ha’I” ucapnya seraya mengikutiku dari belakang “o hime-sama”.
               “jadi,bisa kah kau menceritakan semuanya yuna-chan?” ucap ran yang sedang bersandar dipagar penyangga dengan memandang kearah ku “dan kenapa kau berdiri menjauh dari ku seperti ini?”
“ak..aku hanya tak mau kejadian yang tak terduga menimpa ku lagi” jawab ku yang sekarang berdiri menjauh dari ran.
“kau pikir aku ini apa?” ucap ran dengan nada tak senang
“database hentai berwujud manusia yang sebenarnya jelmaan para oni,yang akan mencium siapa saja”.
“ku harap kau mati yuna” terlihat perempatan kesal muncul didahi ran.tapi sedetik kemudian tatapan ran melembut pada ku “hah…kemarilah..bagaimana kau mau bercerita kalau kau berdiri sejauh itu,dan tenang saja aku takkan berbuat macam macam” ucap ran meyakinkan ku,ku langkah kan kaki ku agak ragu perlahan tapi pasti.
“bisakah kau ceritakan ada apa antara kau,keluarga kanzaki,dan rin”
“haah kenapa kau ingin tahu sekali haizawa-san?”
“karna kau tunanganku”
“pertunangan itu hanya usaha formal untuk menyatukan dua perusahaan,lagian kalau dilihat ini hanyalah sekedar status. Jadi aku tidak punya hak untuk menceritakan kehidupan pribadiku pada anda haizawa-san”
“yuna-chan… boleh aku bertanya? Kenapa kau tidak menolak pertunangan ini? Kalau kau berfikir seperti itu lebih baik kau batalkan saja pertunangannya”
“itu usaha yang merepotkan,lagi pula pertunangan ini tak terlalu merugikan ku,selama aku tak merasa rugi walau tak menguntungkan bagi ku tak masalah,yang terpenting aku tak terlibat masalah karna menentang pertunangan. Kenapa harus melakukan hal hal yang merepotkan kalau ada acara untuk tidak terlibat dalam hal hal yang merepotkan?”
“heee apa kau tidak mempunyai pacar atau teman yang menghalangi mu saat pindah kesini?”
“tidak ada…”
“haaah sudah ku duga putri kanzaki ini mana mau berteman dengan orang yang tidak setara dengannya.
“bukan aku yang tak ingin berteman dengan mereka,tetapi mereka yang tak mau berteman dengan ku,menyandang nama marga kanzaki kau tahu seberapa banyak pembullyan yang terjadi? Mendapat perhatian dari rin yang merupakan orang yang paling dikagumi dan diidolai diseluruh sekolah,tidak hanya pintar tetapi juga tampan dan baik kau tahu seberapa banyak perempuan perempuan itu yang menbenciku? Para lelaki yang memandangku aneh karna memiliki warna rambut yang berbeda dari rin dan seluruh keluarga kanzaki,dan berakhir dengan rambutku yang diwarnai karna usulan kakek. Hanya akane dan rin yang mau dekat dekat denganku, kau kira apa lagi yang lebih buruk dari itu? Lebih baik tak punya bukannya itu lebih baik?”
“lalu bagaimana dengan kei? Bukannya kalian pernah berteman?”
“aah maksudmu kitagawa-san? Ya mungkin pernah tapi entahlah” pandanganku yang dari tadi menatap ran ku alihkan kearah jalanan bermaksud megingat kembali hal hal yang telah terjadi.
“kau menyukainya kan? Kei?” skakmate seperti bisa membaca pikiran orang lain kutatap mata itu seraya tersenyum kecil.
“mungkin iya mungkin tidak” jawabku sekenanya,dan sekarang ran yang menatapku dengan tatapan dinginnya.
“yuna-chan apa kau tahu apa itu monochrome?”
“dunia dimana yang bisa kita lihat hanya kegelapan warna hitam dan putih,dunia itu bisa runtuh bila kita menemukan seseorang yang dapat mebuat kita berharap kepadanya dengan kata lain itu namanya jatuh cinta.”
“sekarang bagimu dunia ini terlihat seperti apa?”
“bagiku? Mungkin terlihat seperti dalam film lama yang tak berwarna yang hanya terlihat berwarna hitam putih,dan tidak mempunyai suatu ketertarikan”
“apa kau pernah jatuh cinta? Ku dengar bila seseorang yang jatuh cinta saat dia melihat dunia dia akan melihat dunia penuh dengan warna bunga sakura dan merasa dia benar benar bersyukur karna dilahirkan”
“tidak pernah,karna itu merepotkan”
“trus bagaimana dengan kei? Kau pernah merasakan perasaan seperti itu saat bersamanya?”
“mungkin pernah. Tapi untuk apa mengingat sesuatu yang tak penting itu benar benar merepotkan”
“heee..benarkah?” seraya melangkah menjauh ku dan menuju pintu keluar entah kenapa aku merasa punggung itu terlihat seperti punggung seseorang yang sedang menahan kekecewaan. “yuna…ah boleh aku memanggilmu seperti itu?”
“terserah,lakukan sesukamu saja”
“ne,,,yuna” ucapnya seraya memegang kenop pintu “kau tahu kenapa aku tak membatalkan pertunangan ini?”
“kenapa?”
“karna aku selalu penasaran dengan sesosok perempuan yang bisa membuat kei terkesima dan bisa membuat kei jatuh cinta pada seseorang,penasaran dengan sosok yang bisa membuat rin gelisah saat memkirkan bagaimana keadaannya,dan juga penasaran pada sosok yang dapat membuat akane untuk pertama kalinya bercerita panjang lebar dari biasanya tentang adiknya rin,asal kau tahu disini banyak yang mengkhawatirkan dirimu,karna itu kuharap kau tidak jatuh makin dalam. Walaupun aku tak menyukaimu tetapi tetaplah bersamaku karna aku merasa suatu saat kau akan menjadi seseorang yang paling berharga dalam hidupku,yuna”dan segera menutup pintu kamarku ketika dia sudah berada diluar kamar. Ku pandangi pintu yang menjadi akses jalan keluar ran tadi “suatu saat kah,heh”.
                    Jam menunjukkan pukul 10 A.M, pelajaran pertama hampir selesai namun sampai sekarang keberadaan ran masih belum diketahui, ku pandangi kurosaki-sensei dengan malas, “aaah lihatlah betapa banyak nya para gadis dikelas ini yang mengaguminya” gumamku pada diri sendiri seraya melihat kearah para siswi siswi yang memandangi kurosaki-sensei dengan tatapan memuja. Tak ambil pusing ku tidurkan kepalaku diatas meja dan mulai memejamkan mata. Baru beberapa menit ku pejamkan mata bel pergantian jam sudah berbunyi, ku angkat kepalaku ketika mendengar suara seorang gadis tiba tiba berbicara denganku.
“anu…summimasen ano..apakah ran-chan tidak masuk hari ini?” ku pandangi gadis yang sedang berbicara denganku ini satu kata yang dapat ku ucapkan.
“kawai (manisnya bisa juga diartikan sebagai cantik)” bagaimana bisa makhluk secantik dan semanis ini ada dihadapan ku dengan rambut pirang ikal panjang,tubuh bak model mata bulat dengan bola mata yang indah,kulit bak porselen,dan bibir yang mungil menambah kesan cantik baginya, ku kerjap kerjapkan mataku ketika tangan nya itu berada didepan mukaku “ ah are? Gomen doushite (ada apa)?”
“ah iie (ah tidak) anu sono apakah kau melihat ran haizawa? Aku sedang mencarinya”
“tidak..” jawabku singkat
“ah souka” ucapnya dengan tampang kecewa,ku pandangi gadis yang ada didepan ku ini dengan tatapan datar seperti biasanya menyadari sedang dipandangi seketika gadis itu langsung menggenggam tanganku yang ku letakkan diatas meja. “anu apakah kau…yuna kanzaki-san?” terkejut dengan sikap tiba tiba gadis yang ada didepan ku ini ku anggungkan kepalaku pelan berusaha menutupi keterkejutanku “aah yokatta (syukurlah) ternyata aku tak salah orang kau tunangannya ran-chan kan? perkenalkan namaku hikari,hikari kurosaki aku adiknya kurosaki sensei,”
“apaaa? Kanzaki-san tunangannya haizawa?” ucap seorang gadis yang berdiri tak jauh dari kami. Sayup sayup terdengar bisik bisik dari para siswa perempuan di kelas.
“heee…apa apaan ini? Kenapa dia? Curaang…”
“benar benar padahal hikari-san lebih cantik darinya kenapa bukan hikari-san saja”
“Cuma gara gara dia dari keluarga kanzaki,dia fikir dia hebat”
“hee kalian tak tahu..katanya di anak adopsi keluarga kanzaki..”
“benarkah? Haha menjijikkan”. Ku tatap datar wajah yang sedang berada didepan ku ini “bagus…sudah sekuat tenaga ku ancam akane dan rin untuk tak memberitahu siapapun soal pertunangan ini,dan gadis ini malah membocorkannya..” gumamku dalam hati.
“aaah aku lupa…seharusnya aku tak membicarakannya keras keras…gomen ne kanzaki-san” ucapnya seraya membungkkukkan tubuhnya
“dan kau baru sadar sekarang? Sebenarnya seberapa bodoh gadis ini..minta maaf pun percuma baka”desisku pelan agar tak terdengar oleh gadis yang ada didepanku ini “jadi..kau kesini ingin mencari haizawa..etto kurosaki-san?”
“arara..panggil hikari saja. Iie sebenarnya aku kesini ingin memastikan mana yang namanya yuna”
“hoo” ucapku seraya memandanginya bosan.
“anu…” dan seketika gadis ini membungkukkan tubuhnya..lagi “kanzaki-san aku mohon jadilah temanku” ucapnya seraya berteriak keras.
“ha?”
“iya..kumohon jadilah temanku..aku ingin menjadi teman dekat bahkan sahabatmu”. Ku tatap gadis ini lekat lekat “anak ini gila” gumamku
“aku benar benar ingin berteman denganmu kanzaki-san..aku kesulitan dalam mencari teman karna itu aku mohon jadilah temanku” terdengar sayup sayup suara para siswi dikelas yang tak rela hikari berteman denganku.
“jangan berbohong kurosaki-san..lihat betapa banyaknya penggemarmu yang  berkicau tak inginnya mereka kau berteman denganku”
“iie…sono..aku benar benar ingin berteman denganmu kanzaki-san aku mohon” ucapnya masih dalam sikap membungkukkan tubuhnya. Tak tahan dengan tingkah kurosaki ku langkahkan kaki ku menuju pintu masuk kelas
“terserah mu saja”. Mendengar ucapanku terlihat kilauan diwajah nya dan mengembanglah senyuman manisnya itu.
“anu kalau begitu boleh aku memanggilmu yuna-chan?”
“lakukan seseukamu saja” ucap ku seraya meninggalkan dia dan menjauh dari kelas.terdengar sayup sayup ucapan terima kasih yang dilontarkan gadis itu berkali kali  “haaaah”




                                                                        bersambung
please coment or review :)

pertemuan

THE MONOCRHOME PANTHOM





BAB 1. PERTEMUAN
            Pernah kah kalian mendengar apa itu dunia hitam putih? Benar dunia dimana semua yang kau lihat dan semua yang kau rasakan merupakan satu kesatuan yang tak berarti,tak berasa,dan tak berguna. Yang bisa kau tatap tidak lebih dari warna hitam dan putih,yang bisa kau lihat hanya warna gelapnya hitam,dan yang kau rasakan tidak lebih dari tabunya warna putih. Dunia monochrome yang siap menenggelamkan dirimu kapan saja  bila kau kehilangan sebuah cahaya yang bernama harapan,dan dunia itu bisa hancur bila kau menemukan cahaya harapan baru yang siap menyelematkanmu dari suramnya dunia monochrome itu,terkadang kau hanya perlu waktu singkat untuk terlepas dari dunia monochrome itu,tetapi terkadang pula kau butuh waktu bertahun tahun untuk menemukan jalan keluar dari dunia fana tersebut,tergantung dari diri sendiri mau terbebas kapan,dimana,dan oleh siapa. Semuanya tergantung dari keinginan itu tersendiri.
             “yuna apa kau tahu apa itu dunia monochrome? Apakah kau mau bisa keluar dari dunia itu? Aku akan membantumu dalam menemukan jalan keluar dari dunia tersebut,jadi tetap bersabar ya,aku akan segera membebaskanmu”. Hanya kata kata itu lah yang dapat membuatku berharap dan percaya apa itu harapan,tapi sampai saat ini kata kata itu tak pernah terkabul atau mungkin tak akan  pernah terkabul. Kata kata dari seorang yang berarti dan berujung pada pengkhianatan,dia yang slalu menunjukkan senyuman yang membuat siapa saja dapat percaya akan kata kata ajaib itu,tapi kenyataannya kata kata itu hanyalah sebuah genjutsu untuk membuat orang lain dapat terperangkap dalam genjutsu itu.terbangun dari mimpi dan harapan itu,aku sudah terperangkap masuk kedalam dunia monochrome yang slalu disebut sebut sebagai dunia fana,menyedihkan. “kalau dipikir pikir pada saat itu kenapa aku bisa percaya ya pada pekataan orang itu? Aneh” benar kata kata itu adalah ucapan dari seorang teman semasa kecil ku,dia seorang teman yang sangat baik,walaupun aku sering mengabaikannya tapi entah kenapa  masih saja ia mendatangiku entah sekedar untuk bermain ataupun menemaniku aku tak pernah mengerti dengan apa yang dia lihat dari ku. Suatu hari dia pernah berkata bahwa dia ingin aku bisa keluar dari dunia genjutsu monocrhome,pada saat itu aku tak mengerti sama sekali apa itu dunia monocrhome dan apa itu dunia genjutsu,tapi didetik kemudian dia menghilang tak berjejak. Setiap hari ku menunggu,menunggu sosok bocah berumur 6 tahun itu yang slalu mempunyai sinar mata bak matahari,kehangatan bak pemanas ruangan,dan senyuman bagaikan seorang pangeran berkuda putih. Tapi sosok itu tak pernah kembali lagi bahkan sampai sekarang,dn semakin aku terus menunggu dan menunggu aku semakin sadar tidak ada apa itu yang namanya kehidupan yang terbebas dari dunia monocrhome,bebas itu adalah salah satu fatamorgana yang dapat membuat seseorang berharap akan adanya kebebasan,hanya itu.
                 “yuna,kau ada didalam?” tanya seseorang yang berada diluar pintu kamarku yang dari suaranya aku dapat mengenali siapa sosok yang dengan lembutnya menanyakan keberadaanku itu.
“ada apa?” jawabku tanpa bermaksud untuk mendekati pintu kamar ku
“apa kau sudah membereskan barang barangmu? Satu jam lagi yuna akan berangkat,sebelum itu oka-san (ibu) harap kamu berpamitan dulu dengan outo-san (ayah) dan kakekmu ya..bagaimanapun kamu disana jauh dari kami paling tidak berpamitan dulu ya” jelas sosok yang dapat diketahui bahwa orang itu adalah ibuku
“ya”. Yuna kanzaki murid sekolah dari st. Rulillia memasuki tahun ke 2 dalam sekolah menengah atas,sekolah yang dibuat khusus untuk para murid perempuan singkatnya sekolah itu adalah sekolah khusus perempuan,tapi untuk beberapa jam yang lalu aku sudah melepas gelar sebagai murid st. Rulillia. Entah kenapa tiba tiba kakekku yang awalnya menginginkanku bersekolah disekolah khusus perempuan tiba tiba menyuruhku keluar dari sekolah khusus tesebut,dan ketika aku sampai dikediaman kanzaki aku dikejutkan oleh pernyataaan yang dikatakan oleh kakek sialan itu.
13 jam 20 menit 15 detik yang lalu
“yuna”. Panggil kakek ku seraya duduk diruang keluarga didampingi ayah ku dan ibu ku yang senantiasa mendampingi kakek ku itu “mulai besok kau akan dipindahkan ke sekolah campuran di kyoto,jadi mulai besok kau akan tinggal bersama Rin dirumah keluarga kanzaki yang ada di kyoto,kakek harap kau dapat betah disana” jelasnya singkat.
“alasannya?”
“outo-san apakah outo-san sudah memberitahu yuna tentang perjodohan itu?” kini ibuku yang angkat bicara
“yuna,outo-san harap kamu dapat setuju,karna kau sudah dijodohkan oleh kakekmu dengan anak dari keluarga haizawa,dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan haizawa corp. Untuk menjalin kerja sama yang baik antara perusahaan kita dengan perusahaan haizawa kami menjodohkanmu dengan pewaris perusahaan itu. Namanya adalah Ran haizawa bersekolah di sekolah dikyoto dan sekarang tahun keduanya duduk dibangku sekolah menengah atas” jelas ayah
“jadi singkatnya aku dipindahkan ke kyoto untuk mempererat hubunganku dengan haizawa-san?”
“tepat sekali” jawab kakekku tenang
“dan satu lagi yuna,ran adalah seorang database dan akan menjadi database yang mendampingimu selama dikyoto,ayah tahu mungkin ini seperti memaksa tapi  to-san ingin kamu tetap membantu dalam penyelidikan kasus apapun”
“ha’i ,shitsurei-shimasu (baik.saya permisi)” jawabku segera meninggalkan ruang keluarga tempat kami berdiskusi tadi.sesampai ku dikamar kurebahkan tubuh ini kedalam lembutnya tempat tidur ku itu
“lelahnya” gumamku seraya menatap langit langit kamar yang bernuansa warna hitam putih itu “perjodohan ya...haaah” kutarik tubuhku yang masih enggan untuk bangun,berjalan mendekati cermin besar yang terpajang didalam kamar ku itu. Kupandangi pantulan diriku melalui cermin itu,rambut panjang sebatas bahu yang diikat sembarangan senada dengan warna bola mata ku yang berwarna hitam,mata yang bulat,kulit putih porselen,tinggi sekitar 162 cm, dan dengan wajah yang termasuk karakter baby-face. “sebenarnya apa yang dipikirkan kakek satu itu,sampai menjodohkanku dengan seseorang yang bahkan sosoknya pun tak ku ketahui,haaah ya terserahlah toh aku tak merasa dirugikan maupun diuntungkan,jadi terserah lah”.
         Sekolah khusus penyidik menengah pertama bekerja sama dengan kepolisian tokyo,biasanya para  penyidik yang bekerja dikantor kepolisian tokyo lulusan dari sekolah khusus penyidik,selain sekolah khusus penyidik ada juga sekolah khusus database atau orang orang yang bertugas mencari informasi agar dapat membantu penyidik. Tidak semua orang dapat masuk ke sekolah ini,sekolah itu mempunyai sistem pendidikan yang ketat,tes masuknya pun benar benar diluar logika,dan aku serta kakakku dengan terpaksanya harus masuk kesekolah tersebut. Karna paksaan ayah dan kakek ku kami harus masuk kedalam sekolah mengerikan itu, baru sekitar 4 minggu kami bersekolah disana kakakku sudah berulah dengan kabur dari asrama dan bolos saat pelajaran. Bagaimana tidak masuk sekolah pukul 06.30,pelajaran yang kebanyakan tentang dasar dasar cara menjadi penyidik,dengan seminggu 3 kali kami harus ikut melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian agar kami terbiasa dengan situasi ruang kasus,dan ditambah setiap 3 kali seminggu itu pula kami harus melihat mayat mayat yang meninggal dengan mengenaskan,manusia mana yang tahan melihat hal tersebut. Dan setiap hari pula kami harus pulang ke asrama jam 22.30 malam,singkatnya hidup kami dihabiskan di sekolah tersebut,ditambah lagi pada akhir pekan kami mendapatkan pelatihan fisik dari para pengajar kepolisian. Kakakku yang awalnya seorang “S” entah kenapa lama kelamaan menuju menjadi seorang “M” mungkin karna terlalu mendapat siksaan yang berat membuat mental “S” nya berubah.
          Setelah lulus dari sekolah khusus penyidik menengah pertama ku kira kami akan melanjutkan sekolah kami di sekolah khusus penyidik menengah atas di tokyo,tapi entah kenapa kakek ku tiba tiba memasukkan ku ke st. Rullilia sekolah elit khusus perempuan di hokkaido sedangkan kakakku dipindah kan ke kyoto dan bersekolah di sekolah campuran. Entah kenapa ayah ku yang seorang inspektur kepolisian tokyo yang awalnya bersih keras ingin membuatku dengan kakakku menjadi seorang penyidik,berubah mengkuti perkataan kakek ku yang seorang pemegang perusahaan kanzaki corp,sedangkan ibuku yang seorang direktur yang membantu kakek ku dalam menjalankan perusahaan tidak pernah menceritakan apa pun kepada ku maupun kepada kakakku tentang apa yang sebenarnya kakekku rencanakan dan apa yang sebenarnya kakekku fikirkan.
            Hidup menjadi seorang anak dari inspektur kepolisian dan cucu dari seorang terkemuka tidak memberi kami kemampuan untuk menentang ataupun membantah. Terutama diriku yang slalu tidak diberi kesempatan untuk dapat melakukan apa yang ku mau,yang bisa ku lakukan hanyalah pasrah akan segala keputusan yang telah ditetapkan kakekku maupun ayah ku. Berbeda dengan kakak ku,dia bisa melakukan apa yang dia mau,terkadang ada perasaan iri dan cemburu kepada kakakku itu yang tak bisa ku ungkapkan.
Kembali ke 13 jam 20 menit 15 detik kemudian
Disini aku sudah bersiap siap untuk keberngkatan ku ke kyoto,seperti biasa tidak ada yang ikut mengantarku walau hanya sampai stasiun kereta saja.
“haaah,hari ini pun tidak ada yang mau mengantarku” keluh ku dalam hati seraya melangkahkan kakiku masuk kedalam kereta ekspress itu,mencari tempat duduk yang pas dan segera menempati tempat duduk itu. Terdengar bunyi pesan email dari ponsel ku yang didominasi warna hitam itu
To: yuna
From : oka-san
Subject: kenapa?
“Kenapa naik kereta yuna? Bukannya oka-san sudah menyiapkan mobil untuk mu? Kan kau masih harus berkunjung kesekolah mu dulu? Kalau dengan naik kereta bisa bisa kau telat masuk dihari pertama mu”.
.
.
.
.
To: oka-san
From : yuna
Subject: bawa saja barang barang ku
“tenang saja aku sudah mengenakan seragam sekolah baru,lagi pula aku tidak mungkin telat ini masih pukul 6 pagi,sedangkan sekolah masuk pukul 08.30 . dari tokyo ke kyoto hanya butuh waktu 2 jam,aku masih mempunyai waktu 30 menit untuk sampai disekolah. Antar saja barang barangku kerumah Rin”.
“aku bukan anak kecil lagi,ka-san”, gumamku kepada diri sendiri seraya menutup ponsel flip ku itu. Ku alihkan pandangan ku keluar jendela yang masih sedikit berembun akibat sinar matahari yang belum terlalu muncul, “pindah,dijodohkan,dan berakhir pada sebuah kasus... haaah apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini? Padahal untuk kesekian kalinya aku sudah tak mau terlibat dengan apapun yang berhubungan dengan penyidik ataupun database,tapi masih saja kedua orang tua sialan itu menempatkanku pada situasi yang rumit,ku harap mereka segera cepat cepat pensiun”, sekali lagi aku kembali bergumam entah sudah berapa kali dalam sehari ku bergumam gara gara ini,hey ayolah anak mana yang tidak mengeluh bila diperlakukan dengan tidak elit seperti ini dan jangan harap aku dapat membantah ataupun memberontak,karna bila itu terjadi itu artinya aku harus keluar dari keluarga kanzaki,dan aku masih cukup waras dan sayang nyawa untuk melakukan hal hal tersebut. Ku sandarkan kepala ku disamping jendela kereta,ku pandangi lagi suasana dan keadaan suatu daerah yang berlalu dengan cepat,sayup sayup ketutup mata ku yang memiliki bola mata yang senada dengan rambut hitam ku itu dan tanpa terasa tiba tiba saja aku sudah berada di alam mimpi.
           Pukul 8 tepat aku sampai di kyoto,ku langkahkan kaki pertamaku di kyoto,rasa asing seketika menyambar seluruh tubuh ku. Suasana,orang orang,bahkan bangunan bangunan yang berdiri pun berbeda dari yang biasa ku pandangi. Tanpa pikir panjang ku berjalan keluar dari stasiun kereta,ku rogoh saku ku mencari benda kecil yang bernama ponsel.
To : Rin baka (bodoh)
From : Yuna
Subject : aku sudah sampai
“ hey baka Aku sudah sampai dikyoto, Apa barang barang ku sudah diantar kan kerumah?”
.
.
.
.
.
.
To : yuna
From: oni-chan (kakak laki laki)
Subject : benarkah? Kenapa tak bilang padaku
“ benarkah kau sudah sampai di kyoto? Kenapa kau tak memberitahuku bahwa kau sudah berangkat? Ku kira kau baru berangkat siang nanti. Barang barang mu sudah diantar kerumah ku tenang saja,oh ya apa kau tahu dimana sekolahnya? Perlu ku jemput?”
.
.
.
.
.
To : Rin baka
From : yuna
Subject: tidak perlu
“ tidak perlu aku bisa sendiri,aku kelas mana?”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : kelas 2-2
“ heeeeee padahal ni-chan mu ini ingin menjemputmu...kenapa kau tidak ingin dijemput? Oh ya kau ditempatkan dikelas 2-2 sekelas dengan Ran.”
.
.
.
.
.
To : rin baka
From : yuna
Subject : berisik
“ kau berisik seperti biasanya rin,dan aku tidak peduli”
.
.
.
.
.
To : yuna
From : oni-chan
Subject : heeee hidoi ( jahatnya)
“ hidoi naa....kau slalu saja dingin pada ku L .o ya kau tahu hari ini ada juga murid pindahan di kelas ku,dia pindahan dari hokkaido kalo tak salah nama marganya Kitagawa,entah kenapa aku tak asing mendengar nama itu,apakah kau mengenalnya?”
.
.
.
.
Kutatap layar ponselku itu “Kitagawa kah” gumam ku tak sadar,tak terlalu difikirkan ku tutup ponsel flip yang didominasi warna hitam dan segera melangkah menjauhi stasiun kereta api jurusan tokyo kyoto itu. Tak perlu waktu lama aku sudah berada di depan gerbang sekolahku yang baru,“syoyo” itulah nama sekolah ku yang baru. Ku langkahkan kaki ku masuk kesekolah itu,ku berjalan tanpa mengindahkan tatapan bertanya ataupun bisikan bisikan siswa siswi sekolah itu.
“hey itu murid baru?” tanya seorang perempuan yang dapat diketahui bahwa dia juga bersekolah disekolah yang sama denganku. “hey lihat nama marganya bukannya itu salah satu perusahaan besar di tokyo?”
“mana? Waaah kau benar,kenapa orang terpandang bisa berada disini?” jawab temannya yang satu lagi. Ya benar seperti biasa kesan orang orang saat melihat ku hanya kenapa? Kenapa dan bagaimana bisa? Tanpa pikir panjang ku berjalan meninggalkan beberapa siswa yang masih penuh tanda Tanya itu,ku eratkan peganganku pada tas yang sedang ku gandeng.lorong demi lorong ku tapaki berharap segera sampai pada tempat tujuanku,ku langkahkan kaki ku bergerak lebih cepat agar terhindar dari tatapan murid murid yang melintas dan yang sedang melihatku. Tak jauh dari ku berjalan sudah Nampak papan nama ruangan yang sedari tadi ku cari yap ruang guru.
            “aku sudah mendapat informasi bahwa hari ini kau akan mulai bersekolah disini” ucap seorang pria yang dapat diperkirakan berumur 24 tahun,dengan perawakan tinggi tungkai,dengan surai berwarna hitam dipotong rapi sedikit jabrik dan agak sedikit berantakan layaknya seorang bad boy dalam serial manga ataupun anime,dan mengenakan kacamata ber-frame hitam putih “perkenalkan namaku ryota kurosaki aku mengajar dalam bidang matematika. Oh ya mulai dari sekarang aku adalah wali kelasmu yang baru yoroshiku onegaishimasu ne yuna-san (mohon kerja samanya ya,yuna)” seraya tersenyum lembut kearahku bukan senyum paksaan tapi tersenyum dengan lembut  yang dapat dipastikan senyuman ini adalah senyuman andalan yang bias membuat seluruh siswa perempuan jatuh hati padanya.
“ah…ore mo (aku juga)” jawab ku seadanya seraya membungkukkan tubuh 180 derajat untuk menunjukkan rasa hormatku kepada sensei (guru) baru ku ini.
“baiklah kalau begitu yuna-san bisakah kau ikut denganku,aku ingin memperkenalkan mu pada teman teman baru mu”, seraya bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang guru yang diikuti oleh ku. Tak banyak percakapan saat diperjalanan menuju kelas baru ku,saat dia mulai bertanya pada ku tentang berbagai hal,hanya ku jawab dengan anggukan atau jawaban seadanya,dan ketika kami sampai dilantai dua tempat kelasku berada terdengar tegur sapa beberapa siswi yang sengaja keluar dari kelasnya demi menyapa sensei muda satu ini bahkan ada yang sampai berteriak histeris.
“doumo sensei” sapa seorang murid dari pintu kelasnya
“ohayo kurosaki-sensei” teriak siswi yang satu lagi,sedangkan sensei ini hanya melambaikan tangan seraya tersenyum lembut,lagi. Sesampai kami didepan kelas kurosaki-sensei menyuruhku untuk menuggu didepan kelas,terpampang disana tulisan kelas 2-2 yang akan menjadi kelas baru ku.
“yuna-san silahkan masuk!” titah kurosaki-sensei kepada ku,mendengar namaku dipanggil segera ku buka pintu kelas baru ku itu dan masuk kedalamnya “yuna-san silahkan perkenalkan dirimu kepada teman teman baru mu!”
“yuna kanzaki,pindahan dari st. Rulillia Tokyo,yoroshiku”, ucapku seadanya
“baiklah minna (semua) sensei harap kalian dapat akrab dengan yuna ya” seraya tersenyum lembut,lagi. “baiklah yuna silahkan duduk dibelakang ran-kun,tempat dudukmu dipojong belakang dekat jendela ya”,tanpa ucapan aku hanya mengangguk mengerti dan berjalan meenuju tempat duduk yang dimaksud. Ku letakkan tas yang sedari tadi tergantung dipundakku di tempat penggantung tas yang terletak di pinggiran samping mejaku,ku tatap lekat lekat guru baru yang sedang menerangkan pelajaran yang menjadi bidang keahliannya itu dan kuarahkan pandanganku kearah siswi siswi kelas itu yang memandangi guru muda itu dengan tatapan memuja “sudah ku duga ternyata aku memiliki guru idola,dia juga memanggilku dengan nama depan ku padahal baru bertemu…dasar…” ucapku dalam hati “kalau tiba tiba kutendang kepala sensei itu,kira kira apa yang akan terjadi ya?” gumamku tanpa sadar
“kau pasti akan langsung ditendang dari kelas  oleh para penggemar ryota-sensei”,mendengar gumaman ku dijawab ku alihkan mataku yang awalnya memandang keluar jendela seketika ku alihkan pandanganku mencari sumber suara yang ternyata berasal dari seorang siswa laki laki yang duduk di depanku yang menatapku dengan pandangan yang amat teramat datar dan dingin,ku tatap laki laki itu dengan pandangan yang sama,ku amati laki laki itu lekat lekat. Tinggi badan sekitar 178 cm,bola mata yang berwarna hitam,rambut yang berwarna pirang yang dipotong rapi yang sengaja dibuat sedikit berantakan layaknya tokoh anime seijuro Akashi dalam anime kuroko no basuke,dengan wajah yang tergolong tampan dan masuk dalam kapasitas siswa siswa populer,ditambah dengan gaya nya yang terkesan maskulin dan cool layaknya seorang bad boy menambah kesan keren untuk siswa yang ada didepanku ini. Tersadar dari lamunanku ku alihkan pandangan mata ku yang awalnya menatap postur badan siswa ini kearah matanya, “hoo” jawabku seadanya tak ingin memperpanjang pembicaraan kami dan membuatku ditegur oleh kurosaki-sensei. Mendengar jawaban ku yang tak serius menanggapi ucapannya,terlihat perempatan yang muncul didahi siswa itu,dan didetik kemudian tanganku yang sedari tadi menopang dagu ku tiba tiba disambar oleh tangan kekar dan lebih besar dari tangan ku itu,melihat tindakan tiba tiba itu ku tatap pelaku yang sedang memegang tangan ku seraya menyeringai, “gawat,perasaanku tak enak” gumamku dalam hati dan benar saja diriku yang sedari tadi sedang nyaman nyamannya duduk dengan posisi ternyaman itu segera ditarik keluar kelas oleh siswa laki laki yang duduk didepanku itu,tanpa basa basi dia langsung berlenggang santai keluar dari kelas yang diikuti tatapan bingung semua orang yang melihat kejadian yang tak terduga itu,sedangkan aku? Oh jangan ditanya aku masih dalam keadaan cengo besar dan belum sadar apa yang sedang terjadi padaku.
            Tanpa sadar kami berjalan ke lantas paling atas dan sampailah kami diatap sekolah tempat yang dapat dikategorikan sebagai tempat yang jarang dikunjungi siswa,dan sekarang aku sedang berada diatap sekolah bersama siswa laki laki yang bahkan namanya pun tak ku ketahui. Ku tatap datar wajah laki laki yang masih menggenggam tanganku itu berusaha memasang wajah sesantai dan sedingin mungkin untuk menutupi segala rasa takut dan pikiran pikiran aneh yang terpikir oleh ku,hey ayo lah siapa yang tak takut dan berfikir aneh bila sedang dalam posisi seperti ku,tangan sedang digenggam oleh seorang teman sekelas laki laki yang bahkan namanya pun tak kau ketahui,berada diatap sekolah berdua saja,dan yang lebih parahnya adalah pintu yang sengaja ditutup dari luar oleh siswa laki laki itu. Ooh god hal buruk apa lagi yang bisa terjadi sekarang? Tersadar akan lamunan ku yang semakin aneh,ku tatap lagi lelaki yang ada didepan ku ini “maaf bisakah kau melepas tanganku?” ucapku yang berakhir dengan dilepaskannya tanganku yang sedari tadi digenggamnya.
“terkejut?” tanyanya tiba tiba kepada ku yang menatapnya dengan pandangan datar
“sedikit”, jawabku sekenanya menutupi rasa penasaran ku kepada laki laki yang ada didepaku ini,yang entah kenapa dia seperti bisa membaca fikiranku.
“hee…benarkah?” Tanya nya seraya menatapku sekilas dan berjalan kearah pagar besi yang menjadi pembatas atap sekolah.
“jadi,kenapa kau membawa ku kesini?”
“hmmm tidak ada apa apa,aku hanya ingin membawamu ketempat favorit ku saja” jawab siswa laki laki tadi,yang disambut dengan tatapan kekesalan yang terpancar dari mataku yang awalnya menatap nya dengan dingin berubah menjadi tatapan kekesalan.
“baiklah kalau begitu,kalau tak ada yang ingin dibicarakan aku permisi dulu”, jawabku sebisa mungkin untuk menutupi kekesalan ku,bagaimana tidak dihari pertamaku bersekolah aku harus berurusan dengan siswa aneh yang dengan lancangnya menarikku keluar dari kelas tanpa ucapan apa pun kepada sensei baru ku,coba kau bayangkan dihari pertama ku bersekolah aku harus bolos kelas bukan karna kemauan ku sendiri melainkan karna orang menjengkelkan yang sedang duduk diatas pagar pembatas atap sekolah itu. Eh tunggu,pagar pembatas? Sekali lagi aku dibuat terkejut dengan pemuda yang satu ini,dengan santainya duduk diatas pagar pembatas atap sekolah yang asal kau tahu saja sekarang kami sedang berada di lantai tiga,LANTAI TIGA yang bila kau terjatuh dari sini bisa bisa kau langsung bertemu shinigami (dewa kematian),dan tanpa sadar lelaki yang awalnya hanya duduk itu tiba tiba sudah berdiri diatas pagar pembatas itu, tak berpikir panjang ku langkahkan kaki ku dengan secepat mungkin ku raih tangan yang lebih besar dari tanganku itu.
“hey apa yang kau lakukan? Itu berbahaya” teriak ku masih dalam posisi menggenggam tangan pemuda itu,dan didetik kemudian lelaki yang awalnya berdiri dipagar pembatas itu turun dari tempatnya berdiri tadi dan alhasil sekarang pemuda itu berdiri tepat didepan ku. Sadar akan tanganku yang sedari tadi menggenggam tangan besar pemuda itu,membuat pemuda itu menyeringai.
“sepertinya disini ada orang yang betah menggenggam tanganku” ucapnya yang langsung berhasil membuat pipiku merona ah benar benar orang yang menyebalkan.
“gomen” ucapku seraya melepaskan tanganku dari pemuda itu,namun sedetik kemudian tiba tiba hal yang paling tidak bisa ku cerna dengan cepat terjadi padaku,lelaki tadi siswa yang paling menyebalkan ini tiba tiba mencium dahi ku,bukan ciuman yang kasar melainkan ciuman lembut,yang berhasil membuatku cengo ditempat.
“haha tak kusangka putri es ini bisa terkejut juga” ejek pemuda itu setelah melepas ciumannya dari dahi ku. Sadar akan apa yang sudah dilakukan pemuda yang satu ini tanpa basa basi ku ayunkan kaki ku tepat kedepan muka pemuda itu,dan kekesalan ku bertambah ketika pemuda itu bisa menahan tendangan ku.
“apa yang kau lakukan pada ku hentai (mesum)” ucapku dengan nada datar tapi tak dapat dipungkiri terdapat tatapan kekesalan yang tersirat dari tatapan mata ku.
“apa salahnya aku mencium tunanganku sendiri?” jawab pemuda itu seadanya
“hey siapa yang,eh tunggu tunangan kata mu,berarti”
“benar,perkenalkan nama ku Ran haizawa,yang menjadi tunanganmu dan sekelas dengan mu,yoroshiku ne yuna” ucapnya seraya mencium punggung tangan ku dan berlenggang pergi meninggalkanku yang masih mencerna perkataan yang diucapkannya,sedangkan dia? Jangan kau Tanya sekarang dia sedang menyeringai bahagia karna berhasil mempermainkanku.
“cih kenapa kakek sialan itu menjodohkanku dengan laki laki menyebalkan begitu” gumamku kesal dan menendang pagar besi pembatas itu dengan seenaknya sampai perasaan kesalku terpuaskan. “kuso (sial) dia benar benar mempermainkanku” ucapku seraya menutup muka ku yang sekarang merah merona seperti kepiting rebus, “aku mau segera pulang” ucapku dalam hati berharap waktu segera berlalu.
               Ku langkahkan kaki ku dengan gontai menuju kelasku yang berada dilantai 2
“ku harap aku tak bertemu dengan manusia hentai itu” gumamku
“siapa yang kau sebut manusia hentai,baka” sahut seseorang dari belakang seraya memukul dahiku dengan telapak tangannya yang besar.
“ittai naa (sakit tahu)” seraya mengusap dahiku yang memerah ku pandangi orang tersebut dengan tatapan datar seperti biasanya, “kenapa kau ada disini,aho (bodoh/bego)?”
“hanya jalan jalan,mencari putri es yang satu ini siapa tahu dia tersesat dan tak tahu jalan menuju kelasnya sendiri” seraya menyeringai puas
“baka,kau kira aku bodoh apa? Jangan samakan aku dengan orang orang yang buta arah”
“ya..ya..”jawabnya seraya berjalan didepan ku. Ku langkahkan kaki ku mengikuti langkah kaki Ran,tak jauh dari tempat kami berdiri tampak dua orang  yang sangat aku kenali,si duo berisik.
“yunaaaaaaaaa” teriak seorang siswa yang dapat diketahui bukan siswa dari kelas kami,berperawakan tinggi tungkai dengan tinggi badan sekitar 178 cm sepantar dengan ran,mempunyai potongan rambut yang sama dengan ran bedanya siswa yang kelewat aktif ini mempuyai surai berwarna hitam senada dengan bola matanya,memiliki wajah yang dapat dikategorikan sebagai siswa popular,dengan gaya yang layaknya ryota kise dalam anime kuroko no basuke bahkan mungkin tingkahnya benar benar mirip ryota kise,sikap yang kekanak kanakan,tapi selalu berusaha melindungi orang orang yang dianggapnya berharga,gayanya bak seorang model ternama,ya benar siswa yang satu ini menyandang nama marga kanzaki tepatnya rin kanzaki,ya dia adalah kakakku. Ketika Namaku diteriakkan oleh suara yang sangat familiar ditelingaku,terlihat perempatan muncul di dahi ku,tak dipungkiri saat ini aku benar benar tak ingin bertemu dengan makhluk hiper aktif satu ini. Ketika tangan ku yang dari tadi sudah mengeras dan bermaksud untuk memukul wajah tampan kakakku,seketika tindakan yang sudah ku siapkan itu terhenti ketika melihat makhluk yang berjalan beriringan dengan kakakku. Bulu kuduk ku langsung berdiri ketika melihat makhluk itu,ku sembunyikan tubuhku dibelakang tubuh ran,sedangkan ran? Oh jangan ditanya seketika seringainya yang menjengkelkan itu keluar ketika melihat tingkahku yang sedikit ketakutan ketika melihat siswi yang berjalan beriringan dengan kakaku itu. Memang kalau dilihat siswi ini termasuk kedalam salah satu siswi yang paling ingin dijadikan pacar oleh para lelaki,bagaimana tidak parasnya yang cantik,bola mata yang berwarna coklat madu,rambut pirang lurus panjang yang diikat kuncir ekor kuda,tinggi badan sekitar 167 cm,dengan postur badan bak seorang model ternama,gayanya yang fashionable,ditambah kulitnya yang putih porselen menambah daya tariknya sebagai seorang perempuan. Tapi dibalik itu semua dia adalah seorang yang benar benar slalu membuat ku merinding. “kenapa dia ada disini ?” Tanya ku pada ran yang hanya dijawab dengan seringai lebih lebar.
“hooo jangan bilang kau takut dengan akane hakabe haaaa? Padahal dia kan tunangan kakak mu sendiri masa kau takut sungguh tidak sopan”
“hah ran haizawa-san biar ku ralat ucapanmu ini,aku bukannya takut dengan akane aku hanya tak ingin dia melihat ku,bila dia sampai melihat ku maka….” Belum selesai perkataan yang ingin aku ucapkan terdengar teriakan histeris yang memenuhi koridor lantai dua yang sedang kami injak ini.
“kyaaaaaaaaa yunaaaa-chuaaaaan” teriak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah akane hakabe yang dengan semangatnya berlari kearahku.
“hora liatkan,itulah kenapa aku menghindar dari rin dan akane,mereka terlalu berisik” ucapku ketus yang sukses membuat wajah ran yang awalnya menyeringai kembali menjadi datar. Tanpa memperdulikan tatapan itu ku alihkan pandanganku kearah rin dan akane yang siap memeluk ku,demi menghindari pelukan mematikan itu ku ayunkan kaki ku kearah rin yang sukses mengenai wajah tampannya itu.
“berisik,rin no baka”ucap ku seraya menurunkan kaki ku yang tadi menendang wajah rin
“ittai” rintih rin mengusap wajahnya,sedangkan akane? Oooh jangan kau Tanya dia sedang diam cengo disamping rin “jangan coba coba memeluk ku akane,aku tak mau mati konyol gara gara dipelukanmu”
“kau tetap kejam seperti biasanya ya yuna-chan”, jawab akane
“urusai (berisik)” gumam ku kesal mendengar ucapan akane
“demo (tapi) aku benar benar ingin memeluk mu yuna-chuaaaan” seraya mendekat kearah ku,mendengar ucapannya ku Tarik tubuh ran yang berada disampingku untuk kujadikan tameng supaya dapat terhindar dari akane.
“ha’I ha’I , kau benar benar sudah membuat adikku ketakutan akane” kini rin yang angkat bicara guna menghentikkan aksi akane yang bisa membuatku mati mendadak itu.
“haaa’I” ucap akane tak rela
“wah wah kau benar benar penurut ya dengan Rin-san,akane-san” seraya menggenggam tangan kananku yang awalnya ku letakkan di punggung ran “benarkan yuna?” kini ran tersenyum bukan menyeringai tapi tersenyum lembut .
“kenapa dia tersenyum? Kemana seringai yang mengerikan dan menjengkelkannya itu? Dan tunggu sejak kapan dia memanggilku dengan nama depan ku” ucapku dalam hati seraya tetap memasang wajah datar tanpa emosi andalanku “hmmm” ucapku seadanya.
“hey aku tak mau mendengar ucapan itu dari mulutmu bocah,dan lagian kenapa kau menggenggam tangan yuna ku haaa? Lepaskan aho” ucap akane tak mau kalah
“loh kenapa? Memangnya salah kalau aku menggenggap tangan tunangan ku? Benr kan RIN-SAN?” seperti memberi penekanan pada nama rin,kini rin yang mendengar namanya disebutkan seketika raut wajahnya berubah pucat pasi, “apa kau tak memberi tahu akane-san tentang pertunangan ku dan yuna” bila dikatakan seorang iblis kau bisa melihatnya saat ini sedang menggenggam tanganku, lelaki satu ini benar benar seorang iblis yang menjelma menjadi manusia,seraya menyeringai kemenangan di eratkannya tangan ku dengan tangannya yang besar.
“riiiiiiin kenapa kau tak memberi tahuku soal iniiiiii” nah sekarang akane yang berubah menjadi setannya
“gomenasai akane gomenasai,aku benar benar lupa memberi tahukannya kepadamu” aaah lihat kakakku sekarang benar benar terlihat seperti seorang kelinci yang ketakutan ketika berhadapan dengan sesosok serigala,sedangkan ran? Oh jangan ditanya betapa menjengkelkan wajah nya itu,dengan seringai kebahagiannya itu benar benar menjengkelkan. Kulepaskan tanganku dari genggaman ran,melihat tindakan itu padangan ran yang awalnya menatap geli pertengkaran rin dan akane sontak seketika menatap ku dengan pandangan bertanya Tanya.
“hah sudah cukup hari ini dengan kekacauan yang kalian buat,aku sudah lelah biarkan aku pergi” ucapku,belum sempat mendengar jawaban dari mereka bertiga ku langkahkan kaki ku menjauh dari mereka,tak ingin terlibat dengan kekacauan yang lebih berisik dari ini. Baru beberapa langkah ku berjalan seketika kaki ku berhenti ketika melihat wajah yang tak asing lagi bagi ku sudah berdiri tepat didepan ku seraya tersenyum lembut kearah ku.
“konichiwa yuna-san (selamat siang yuna)” aaah entah kenapa seketika badan ku kaku dan susah digerakkan ketika mataku bertemu pandang dengan sosok yang ada didepanku ini “lama tak bertemu ya”.
“kkkau….” Geramku seketika “kenapa ada disini?” terkejut? Jelas sekali,untung aku memiliki wajah yang datar jadi seketika kututupi wajah terkejutku
“are..apakah hanabe-san dan haizaki-san tidak memberitahu mu kalau hari ini aku pindah sekolah disini?”
“pindah kesini? Tunggu jadi yang dimaksud rin tentang marga kitagawa pindahan dari Hokkaido itu dia?” gumamku dalam hati,ketika pikiran ku masih berfikir tanpa sadar rin,akane,dan ran yang awalnya berdiri tak jauh dari ku berdiri kini sudah berada disamping orang itu,tapi tidak untuk ran. Dia lebih memilih berdiri di sampingku.
“haizaki-san apakah kau tak memberi tahu yuna kalau aku pindah kesini hari ini?”
“aah gomen kei,aku memang sengaja tidak memberitahunya biar ini menjadi kejutan.bagaimana yuna? Apa kau terkejut?” oooh jangan kau Tanya rin aku benar benar sangat terkejut melihat makhluk yang bernama lengkap kei kitagawa ini,sampai sampai bicara pun aku tak mampu.
Osashiburi kitagawa-san (lama tak bertemu kitagawa)” ucapku seraya membungkukkan badan 90 derajat
“haha seperti biasa ya kau selalu bersikap formal” ucapnya memandang lambut kearahku.
“sudah lama yah,kira kira berapa tahun kita tak berkumpul seperti ini?” kini akane yang angkat bicara
“kira kira 10 tahun ya” ucap kakakku seraya menerawang masa lalu yang pernah kami lalui bersama.
Osashiburi (lama tak bertemu)kei” seketika kualihkan pandanganku kearah ran yang berada disampingku,tunggu anak ini mengenal kei?
“aa… Osashiburi desu (lama tak bertemu juga) ran”jawab kei seraya tersenyum kearah ran
“hee… ternyata benar benar kei kah..ku kira kau tak punya muka lagi bertemu dengan ku,ternyata masih berani tooh” ku lirik mata ku kearah ran yang masih betah memasang seringai andalannya itu.
“benarkah ran? Kenapa aku harus malu berhadapan lagi denganmu?” waah benar benar tangguh kei ini,dengan santainya dia menjawab pertanyaan sih baka ini.
“bertengkar Cuma gara gara kalah dalam permainan game itu benar benar kekanak kanakan ran”
“urusai akane no baka,aku tak mau mendengar ucapan itu dari mulut mu itu” wah wah…benar saja hanya mendengar perkataan seperti itu akane langsung naik pitam yang segera ditahan oleh rin agar tak seenaknya memukul wajah ran.
“naah kei apakah kau berani menantangku lagi?” haah dasar oni (iblis)
“heeee…bukannya kau yang kalah denganku ran? Kenapa aku harus takut?” skakmat,sekarang oni sialan ini terdiam tak bisa menjawab pertanyaan kei yang masih memasang wajah tersenyum nya itu,satu hal yang aku ketahui dari ini ran tidak bisa menang dari kei dalam hal adu bicara. Ku alihkan pandangan ku menatap kei yang tertawa bersama akane dan rin,rambut coklat madu dengan poni yang dirapikan kebelakang dan menyisakan beberapa helai rambut yang dijadikan poni senada dengan bola matanya,dengan postur tubuh tegap dan tinggi setara dengan ran dan rin,wajah yang tampan dan selalu tersenyum lembut yang dapat membuat semua membuat semua  gadis yang melihatnya luluh,dan juga matanya yang selalu bersinar bagaikan pangeran itu benar benar tak berubah sejak terakhir kali kami bertemu. Menyadari sedang diperhatikan tangannya yang sejak tadi diselipkan disaku perlahan mengusap lembut rambutku.
“sepertinya kau belum keluar juga dari dunia monochrome itu ya,yuna” sekejap mataku langsung terpaku dengan matanya yang menatapku “maaf ya,tidak bisa menepati janjiku” aaah untuk pertama kalinya aku melihat wajahnya seperti itu senyum kepedihan,seketika ku lepaskan tangannya yang masih betah mengelus kepala ku itu.
“kenapa kau merasa bersalah kitagawa-san? Yang menentukan kapan aku mau keluar atau tidak itu adalah diriku sendiri bukan orang lain,jadi jangan mengkhawatirkan hal hal yang tak perlu kitagawa-san,untuk sekrang aku masih betah dalam dunia gelap tanpa warna ini” kulangkahkan kaki ku meninggalkan mereka setelah mengucapkan kalimat itu,menjauh dari hal hal yang merepotkan itu.
“gomen ne minna (maaf ya semuanya) sikap yuna memang agak sulit diatasi jadi ku harap kalian dapat mengerti” ucap rin sepeninggalnya ku “tapi entah kenapa sikap yuna lebih dingin dari biasanya,benarkan akane?”
“aaa…lebih mirip es dari pada manusia”gumam akane dalam diam
“heee…es kah?” didetik kemudian tidak ada yang berani angkat bicara mengenai sikapku yang kelewatan tak sopan itu. Tak selang kemudian bel masuk berbunyi,satu persatu murid memasuki kelasnya masing masing tak luput juga akane,rin,ran,dan kei yang sudah berada dikelas masing masing.

“kapan kau akan berubah yuna?” gumam rin dalam diam seraya memandang langit yang ada diluar jendela “kami disini menunggu lama agar kau cepat keluar dari dunia gelap itu,jadi cepat lah keluar”.

                                                                   bersambung










please coment or review :)